
Mobilisasi massa tentu penting, tetapi pengorganisasian melampaui sekadar kehadiran fisik dan jumlah orang dalam demonstrasi. Pengorganisasian adalah tentang menghadirkan setiap buruh secara mendalam sebagai subjek, sebagai pelaku, yang terlibat penuh dalam setiap langkah perjuangan—secara aktif melibatkan mereka dalam membangun kepemimpinan baru yang menghidupkan organisasi. Tujuannya agar organisasi tidak hanya “ada”, tetapi berdiri teguh di atas prinsip, menghidupi visinya, dan tetap bergairah dalam setiap gerakannya untuk mewujudkan visi tersebut. Pada saat yang sama, organisasi harus berpikiran terbuka, kritis, modern, inklusif, dan siap untuk mentransformasi dirinya.

Feminisme tidak hanya membicarakan identitas perempuan. Ia membongkar bagaimana sistem ekonomi, sosial, dan budaya mengatur pembagian kerja; bagaimana tubuh perempuan dikendalikan; bagaimana waktu dan tenaga mereka dieksploitasi; serta bagaimana kebijakan negara sering kali gagal memberikan perlindungan yang adil.

Clara Zetkin adalah pejuang perempuan asal Jerman yang lahir pada tahun 1857. Ia dikenal sebagai tokoh perempuan sosialis yang sangat berpengaruh dalam sejarah gerakan buruh dan gerakan perempuan. Clara aktif sebagai kader politik di Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD) serta berperan sebagai editor surat kabar partai yang secara khusus mengangkat isu-isu perempuan dan buruh.

Buruh tidak mendapatkan kontrak kerja atau perjanjian kerja, itu bukan kesalahan dari buruh, karena telah melewati serangkaian tes dari perusahaan dan dinyatakan lulus dan diterima bekerja.
UPDATE

Ragam Kekerasan di Dunia Kerja dan Urgensi Ratifikasi KILO 190
rakommarsinahfm

REFLEKSI 94 TAHUN SUMPAH PEMUDA. ”STOP PERAMPASAN RUANG HIDUP”
rakommarsinahfm



CULTURE
INSIGHT

Membangun Kekuatan Kolektif: Metode Kunci dalam Pengorganisasian Buruh*
Dian Septi Trisnanti
Mobilisasi massa tentu penting, tetapi pengorganisasian melampaui sekadar kehadiran fisik dan jumlah orang dalam demonstrasi. Pengorganisasian adalah tentang menghadirkan setiap buruh secara mendalam sebagai subjek, sebagai pelaku, yang terlibat penuh dalam setiap langkah perjuangan—secara aktif melibatkan mereka dalam membangun kepemimpinan baru yang menghidupkan organisasi. Tujuannya agar organisasi tidak hanya “ada”, tetapi berdiri teguh di atas prinsip, menghidupi visinya, dan tetap bergairah dalam setiap gerakannya untuk mewujudkan visi tersebut. Pada saat yang sama, organisasi harus berpikiran terbuka, kritis, modern, inklusif, dan siap untuk mentransformasi dirinya.



Mudik dan Kekeliruan Membaca Politik Kelas Pekerja di Indonesia
rakommarsinahfm

Feminisme Mengubah Masyarakat
Dian Septi Trisnanti
STORY
KLINIK+

Bagaimana Dengan Hak Pekerja, Kalau Dari Awal Tidak Ada Kontrak Kerja
- Klinik+
Buruh tidak mendapatkan kontrak kerja atau perjanjian kerja, itu bukan kesalahan dari buruh, karena telah melewati serangkaian tes dari perusahaan dan dinyatakan lulus dan diterima bekerja.

Bisakah Pekerja Menuntut Uang Pisah?
- Klinik+
"Saya mau tanya terkait uang pisah selama bekerja 7 tahun…apakah bisa diperjuangkan?”

Bisakah Pekerja Menuntut Uang Pisah?
- Klinik+
"Saya mau tanya terkait uang pisah selama bekerja 7 tahun…apakah bisa diperjuangkan?”

Analisis Kebijakan Cuti Tahunan: Apakah Syarat 1 Tahun Kerja Melanggar Aturan Ketenagakerjaan?
- Klinik+
Selamat siang kak, terkait cuti yang hanya bisa digunakan karyawan jika sudah bekerja selama 1 tahun. Apakah itu menyalahi aturan ketenagakerjaan?





