Sajak Peluh Para Puan

Asap dan debu trotoar menyambut dengan semringah, "Puan, kau tak terlambat datang pagi ini!" 

Oleh Lies Noor

Subuh tak pernah bicara

Ia datang dengan sejumput harapan

Dan pulang mengantar mimpi yang disimpan para perempuan di laci ingatan

Lalu, saat mereka kembali menyingkap tirai yang tak lagi bercahaya bulan

Asap dan debu trotoar menyambut dengan semringah, “Puan, kau tak terlambat datang pagi ini!” 

Kemudian senyum jingga merona,

Mistis! 

Ibarat rayuan lelaki buaya

Lelah mereka (para puan), 

mendadak raib di sisa gerhana

Leburkan peluh yang lupa menjadi hujan

Dan dingin yang tak lagi menekuk jantung

Ingar-bingar,

Telunjuk di kepala ialah sarapan sebelum ritual

dan jiwa yang juga lupa cara menebus ego, 

hanya tertawa _atau_ menangis tanpa suara?

Para Puan

memintal angan dalam tikaman jelujur 

Menoreh jampi di setiap jejak jarum yang tak rapi

Berdiskusi dengan waktu

esok, lusa, atau pada saat menjelang purnama

rupiah menjelma langgam 

yang kelak akan mereka titipkan 

pada sekotak nazar

helai demi helai…

Ciater, Juni 2025

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Hari Kelahiran dan Bunda Maria Itu

gambar : https://pin.it/5Lnlt7v Celia terlahir dari keluarga kaya yang bermukim di ibukota. Garis keturunannya cukup makmur, dia mewarisi silsilah perternak besar di Buenos Aires. Celia

INDAHNYA PERJUANGAN

Bahagia sekali rasanya melihat kemenangan buruh PT. Alpen Food Indonesia, produksi es krim Aice yang berhasil menjadi pekerja tetap sebanyak 665 buruh nya. Mengingatkanku pada

Jaringan Masyarakat Sipil untuk Kebijakan Adil Gender: “Puan Jangan Menyandera Sarinah, Sahkan RUU PPRT”

“Diskriminasi dan kekerasan terhadap pekerja rumah tangga masih banyak terjadi. Satu korban terlalu banyak, jangan menunggu korban-korban berjatuhan baru merasa penting untuk membuat aturan. Maka, diperlukan segera aturan untuk pelindungan dan jaminan pemenuhan hak-hak dasar pekerja rumah tangga, kesejahteraan, serta pendidikan dan pelatihan kerja bagi pekerja rumah tangga. Termasuk aturan bagi pemberi kerja untuk keseimbangan hak dan kewajiban dalam hubungan kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja. Sahkan RUU PRT sekarang juga!” desak Afrintina dari Perkumpulan Damar.

Suara Buruh Edisi 16 Januari 2015

Suara Buruh Edisi 16 Januari 2015 memuat berita terkait kekerasan di dalam pabrik baik kekerasa fisik maupun kekerasan seksual. Serta pemogokan buruh PT. Buana Trianggun

Mengenang Kamerad Timothy dan Eskalasi Perlawanan yang Tak Pernah Mati

Selepas kepergian kamerad Timothy, cuplikan video tentangnya tersebar di dunia maya. Tampak almarhum menyampaikan orasi di sebuah unjuk rasa tentang persoalan pertentangan kelas antara Pemilik modal dan pekerja yang tak akan pernah berdamai. Di video lain, ia dengan lantang menyerukan peningkatan perlawanan terhadap kapitalisme, di sebuah dialog publik tentang militerisme. Bagi kamerad Timothy, alasannya jelas, karena Kapitalisme adalah akar dari militerisme.

Karena Setiap Manusia Itu Berharga

Minggu, 25 Maret 2018, Pelangi Mahardhika bersama FBLP dan Perempuan Mahardhika menyelenggarakan kunjungan ke Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM) di Jln. Tebet Timur Dalam VI