Sajak Peluh Para Puan

Asap dan debu trotoar menyambut dengan semringah, "Puan, kau tak terlambat datang pagi ini!" 

Oleh Lies Noor

Subuh tak pernah bicara

Ia datang dengan sejumput harapan

Dan pulang mengantar mimpi yang disimpan para perempuan di laci ingatan

Lalu, saat mereka kembali menyingkap tirai yang tak lagi bercahaya bulan

Asap dan debu trotoar menyambut dengan semringah, “Puan, kau tak terlambat datang pagi ini!” 

Kemudian senyum jingga merona,

Mistis! 

Ibarat rayuan lelaki buaya

Lelah mereka (para puan), 

mendadak raib di sisa gerhana

Leburkan peluh yang lupa menjadi hujan

Dan dingin yang tak lagi menekuk jantung

Ingar-bingar,

Telunjuk di kepala ialah sarapan sebelum ritual

dan jiwa yang juga lupa cara menebus ego, 

hanya tertawa _atau_ menangis tanpa suara?

Para Puan

memintal angan dalam tikaman jelujur 

Menoreh jampi di setiap jejak jarum yang tak rapi

Berdiskusi dengan waktu

esok, lusa, atau pada saat menjelang purnama

rupiah menjelma langgam 

yang kelak akan mereka titipkan 

pada sekotak nazar

helai demi helai…

Ciater, Juni 2025

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Sujatin, Penggagas Kongres Perempuan Indonesia

Sujatin, Penggagas Kongres Perempuan Indonesia Desember 27, 2013 by marsinahfm PEREMPUAN PELITA EDISI 26 Desember 2013 Salam setara sahabat marsinah, jumpa lagi bersama saya, Memey dalam

Hari Pangan Sedunia: Merebut Kembali Ruang Hidup yang Dirampas

Sementara, peran perempuan sebagai petani tak kunjung memperoleh pengakuan. Alat pertanian modern tidak dirancang untuk nyaman dioperasikan oleh tubuh perempuan. Sehingga, kaum perempuan tersingkir dari proses bertani. Pun, kelompok tani yang kerap merumuskan kebijakan terkait pengelolaan pangan, distribusi, pengadaan benih lebih banyak didominasi laki – laki. Akibatnya, perempuan kehilangan akses terhadap benih, pupuk dan proses pengambilan keputusan.

May Day, May Day

Sejarah Hari Buruh Internasional (May Day) Yaitu perjuangan panjang demonstrasi kaum buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886, yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Tuntutan

KERJA PAKSA BURUH PEREMPUAN

Hal yang kongkret terjadi terhadap buruh di KBN saat ini adalah sistem kerja paksa. Apakah sistem kerja Paksa itu yaitu sistem kerja yang bertentangan dengan

Pasca Tragedi Ledakan Smelter IWIP, Buruh Dinilai Perlu Tingkatkan Kekuatan Politik

Yuzril Muksin, Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Maluku Utara, saat diwawancarai menyampaikan, kondisi kerja di kawasan IWIP sangat tidak manusiawi. “Buruh-buruh di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park dipaksa kerja dengan jam kerja yang panjang. Jam kerja yang panjang ini merupakan faktor yang menyebabkan kecelakan kerja itu bisa terjadi. Tragisnya, upah buruh IWIP tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.” ucapnya.

Perempuan dan Serikat Buruh

Barisan massa aksi perempuan saat Peringatan Hari Buruh Sedunia 2013 di Jakarta.[1]/ dok lips Oleh Syarif Arifin Ada perempuan yang hendak belajar di luar, tapi harus