Dangdut Asiik

Dangdut Asiik berupa program siaran entertainment yang memutarkan lagu dangdut request pendengar.Tiap Kamis jam  8 sampai 10 malam dan Minggu tiap jam 7 sampai 9 malam. Dikelola oleh Roy dan Cipit.

Mari berkenalan dengan kedua penyiar bersuara merdu kita,

royRoy bersiaran sejak Marsinah FM berdiri, bekerja satu pabrik dengan Bro dan berjuang bersama di KBN Marunda. Setelah itu, Roy bekerja di pabrik di KBN Cakung yang kemudian pailit. Saat ini, ia bersama teman-teman pabriknya   masih menunggu penyelesaian kasusnya. Setiap hari, ia bergantian dengan teman-temannya menjaga aset pabrik sembari menunggu hasil lelang.

Perempuan bersuara merdu ini gemar sekali bernyanyi dangdut, tidak kalah dengan suara biduan dangdut negeri ini. Keramahannya membuat Dangdut Asiiik digemari banyak pendengar dan jadi acara favorit. Karena kewalahan bersiaran dua kali seminggu, akhirnya Roy memutuskan seminggu sekali bersiaran, yaitu tiap Kamis jam 8 malam.

 

 

cipit

Cipit, Suara perempuan muda nan manis ini tak kalah dengan Roy, penggemarnya juga tak kalah banyak. CIpit adalah buruh salah satu Perusahaan di KBN Cakung dan merupakan anggota SPN (Serikat Pekerja Nasional).

Meski beda serikat, Cipit tak merasa canggung bergaul dengan penyiar lain yang mayoritas adalah anggota FBLP. Suara merdunya siap menemani sahabat marsinah tiap hari Minggu jam 7 sampai 9 malam.

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Pre-order dibuka!

Kawan yang baik, sila berpartisipasi dalam pre-order ini. 20% dari hasil penjualan akan didonasikan kepada anggota Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) yang terdampak Covid-19.

Buruh Perempuan Bicara KDRT

Meski era semakin maju, alat komunikasi semakin canggih, dimana kita bisa mengakses  informasi apapun. Meski sudah sering lembaga-lembaga pemerintah dan organisasi perempuan mengadakan pendidikan, pemahaman

Masukan untuk Draft RUU KIA: Memastikan Kesejahteraan Ibu Anak Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum FSBPI, Dian Septi Trisnanti menyampaikan supaya RUU KIA tidak membebankan tanggung jawab pemeliharaan kehamilan, pengasuhan anak kepada ibu saja. Hal senada juga diungkapkan oleh Rena Heridiani, Wakil Ketua Keorganisasian Kalyanamitra, dimana RUU KIA masih bias gender karena menempatkan tanggung jawab utama pemeliharaan janin dan pengasuhan anak pada perempuan sebagaimana tercantum pada pasal 12.