Menghentikan Stereotip atau Pelabelan Terhadap Pekerja Queer

Pekerja Queer adalah mereka yang bekerja di berbagai sektor industri dengan identitas gender di luar heteronormatif

Menelusuri Sejarah Perjuangan Pekerja QueerBulan Mei baru saja berlalu. Membicarakan bulan Mei tidak bisa dilepaskan dengan peringatan Hari Buruh di tanggal 1 Mei.

Selain itu ada peringatan IDAHOBIT di tanggal 17 Mei. IDAHOBIT adalah Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, Intersekfobia, dan Transfobia yang bertujuan untuk merayakan keragaman seksual dan meningkatkan kesadaran publik mengenai diskriminasi yang masih dihadapi oleh komunitas LGBTQIA+ di seluruh dunia.

Siapa Pekerja Queer?

Pekerja Queer eksistensinya ada di sekitar kita dan seringkali tidak bisa terbuka akan identitas gendernya karena masih jauhnya aman dan nyaman untuk menjadi diri sendiri di masyarakat khususnya dunia kerja. Lalu pertanyaannya siapakah pekerja Queer itu sendiri?

Pekerja Queer adalah mereka yang bekerja di berbagai sektor industri dengan identitas gender di luar heteronormatif. Pembagian gender yang ada di masyarakat kita masih heteronormatif dan terjebak dalam sistem biner dan unsur biologis jenis kelamin yang sudah tidak relevan. Padahal dalam spektrum biologis sendiri ada kondisi-kondisi dimana seorang individu terlahir sebagai interseks atau memiliki kondisi hormon yang tidak seimbang.

Sudah tidak diterima masyarakat, pekerja queer masih juga mendapat stigma yang kuat dan stereotip yang melekat, sehingga membuat banyak mereka tidak punya banyak pilihan pekerjaan. Sektor informal dan pekerja seks adalah bentuk pekerjaan yang kuat melekat di anggapan masyarakat. Namun, hari ini kita bisa melihat sedikit demi sedikit pekerja Queer ada di sektor formal dengan tantangan yang tidak mudah dan masih seringkali mengalami pelecehan dan tidak terpenuhi hak-haknya.

Apa yang diperjuangkan pekerja Queer hari ini?

Meskipun sudah mulai adanya bentuk penerimaan pekerja Queer di sektor formal dan jenis pekerjaan yang strategis, namun perjalanan memperjuangkan hak-hak pekerja Queer terus berlangsung.

Bagaimana tidak, kekerasan maupun pelecehan masih sering dialami pekerja Queer. Dalam riset yang dilakukan Neverokayproject bersama ILO menunjukkan 95,45% pekerja Queer mengaku mengalami salah satu bentuk kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.

Hak-hak pekerja Queer merupakan hal yang krusial dan seringkali disepelekan, contohnya yaitu kebutuhan untuk buang air. Toilet umum yang tidak dipisahkan gendernya, masih jarang ditemui di banyak tempat. Kebutuhan akan toilet ini juga seringkali dianggap berlebihan oleh kaum hetero dan pekerja Queer terpaksa mengalami perundungan bahkan tak jarang intimidasi dan celaan saat masuk toilet.

Menyambut IDAHOBITDi tahun 2026 ini kita sama-sama mengetahui bagaimana militerisme meringsak masuk ke berbagai ruang di ranah sipil, bahkan tempat kerja pun tak luput. Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, militer yang bersifat maskulin dan kaku turut mengancam langsung keamanan pekerja Queer.

Peringatan Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, Intersekfobia, dan Transfobia berbicara tidak hanya pada isu komunitas LGBTIQ+, namun juga teman-teman disabilitas maupun masyarakat adat. Belum lama ini, kita bisa menyaksikan langsung film Pesta Babi yang menceritakan bagaimana peran negara melalui militerisme mengancam ruang hidup masyarakat adat di Papua Barat dengan bentuk kolonialisme gaya baru.

Bukannya melindungi dan memenuhi hak-hak rakyat negara justru mengancam langsung seluruh kehidupan masyarakat. Pada akhirnya hidup tiap manusia di negara ini terancam dan tidak ada kata lain selain bersolidaritas. Melalui peringatan Hari Buruh dan IDAHOBIT bulan Mei lalu, kita belajar bersama-sama memperjuangkan hak dan perubahan sosial yang adil mulai dari tempat kerja kita.

Referensi:

Semua Bisa Kena! Laporan Hasil Survei Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja Indonesia, Neverokayproject dan ILO(2022)

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Cerita Juang Pembebasan Perempuan

Sebagai manusia, semenjak kita terlahir di muka bumi adalah hal umum orang terdekat dan keluarga dari orang tua kita akan menanyakan apa jenis kelamin si

Suara Buruh 8 Mei 2015

Sebastian telah tiada, meninggalkan pesan bagi semua orang untuk terbuka mata dan telinganya demi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Di sisi lain, perempuan terus

Suara Buruh

Suara Buruh, Program siaran yang berbagi dinamika buruh dengan menelpon teman-teman buruh di berbagai daerah untuk saling berkabar dan bersolidaritas. Dipandu oleh Putera Nusantara, mengudara tiap

Mengenal Problem Buruh Perempuan

Menjadi buruh perempuan artinya menghadapi persoalan berlapis yang sudah menua dari berabad- abad sebelumnya, yang juga bagian dari problem semua orang atau problem sosial. Hanya

Suara Buruh Edisi 3 November 2016

Suara Buruh Edisi 3 November 2016 memuat berita terkait pemogokan awak mobil tanki Pertamina. Buruh Tetap harga mati   Facebook Comments Box