“Pemerintah berdalih ada nya TNI/Polri di papua sebagai bagian dari upaya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi pada kenyataannya tanah, kampung, rumah, makanan semua sudah dikuasai oleh TNI/Polri. jadi kami mau kemana?”
Kalimat itu menjadi salah satu dialog yang menyayat hati dalam film dokumenter berjudul “Sa Pu Nama Pengungsi” yang berdurasi 37:49 menit. Dokumenter ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Papua dipaksa meninggalkan kampung halaman, tanah kelahiran dan sumber penghidupan. Menurut catatan, ada 5 distrik yang terpaksa mengungsi karena konflik yang berkepanjangan seperti :
1. Maybrat 9 september tahun 2021 pengungsi gelombang pertama 2.086.
2. Intan Jaya tahun 2020 sebanyak 5.859 mengungsi dan 126 orang meninggal dunia.
3. Puncak april 2021 2724 mengungsi, 16 orang meninggal dunia.
4. Nduga tahun 2018 sebanyak 44.000 mengungsi dan 615 orang meninggal dunia,
5. Yahukimo, februari tahun 2021 sebanyak 1.971
6. Pegunungan bintang, 13 september tahun 2021 sebanyak 2.252 mengungsi.
Melalui Sa Pu Nama Pengungsi, kita menyaksikan bahwa pengungsi ini bukan sekedar angka. Merekaadalah manusia, masyarakat asli papua yang kehilangan kehidupan, harapan, dan masa depan yang berubah karena konflik.
Salah satu pengungsi yang dihadirkan di Sa Pu Nama Pengungsi adalah Kogoya, seorang anak berusia 3 tahun yang terlahir di pengungsian pada tahun 2022. Dia merupakan salah satu dari sekian anak yang terlahir di pengungsian. Hal ini menjadi fenomena umum, mengingat banyak pengungsi perempuan dalam kondisi hamil saat meninggalkan kampung halamannya. Salah satunya adalah Ema, pengungsi perempuan dari maybrat yang menceritakan pengalamannya saat mengungsi ke hutan. Ema mengakui, mengungsi adalah pilihan yang berat karena kala itu ia sedang hamil besar 9 bulan dan terpaksa melahirkan di hutan tanpa bantuan tenaga kesehatan. Pengalaman Ema dengan gamblang menunjukkan bagaimana konflik berkepanjangan mempengaruhi keseharian para pengungsi yang hidup dalam keterbatasan, seperti kesulitan memperoleh makanan, air bersih, layanan kesehatan, akses pendidikan untuk anak-anak. Pengalaman masyarakat papua dari satu konflik ke konflik lainya yang sarat dengan praktik kekerasan membuat orang papua trauma. Dalam pandangan orang asli Papua, militerisme dan kekerasan adalah wajah asli pemerintahan indonesia.
Film dokumenter ini bukan hanya memperlihatkan keseharian para pengungsi tapi juga menyajikan data dari Pemerintah Provinsi Papua Dinas Pertambangan dan Energi bahwa ditahan papua terkandung kekayaan alam yang sangat berlimpah seperti :
- Emas (Au) : Merupakan logam mulia yang digunakan untuk perhiasan, investasi, komponen elektronik, dan peralatan medis.
- Perak (Ag) : Dimanfaatkan untuk perhiasan, panel surya, industri elektronik, fotografi, dan berbagai peralatan kesehatan karena memiliki daya hantar listrik yang sangat baik.
- Arsenik (As) : Atau arsenit digunakan dalam industri kimia, semikonduktor, dan bahan pengawet kayu tertentu. Namun, karena bersifat beracun, penggunaannya diawasi secara ketat.
- Bismuth (Bi) : Banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, logam paduan, serta sebagai pengganti timbal karena relatif lebih ramah lingkungan.
- Kobalt (Co) : Merupakan bahan baku penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, telepon seluler, komputer, turbin pesawat, dan magnet berkekuatan tinggi.
- Tembaga (Cu) : Digunakan untuk pembuatan kabel listrik, komponen elektronik, instalasi bangunan, kendaraan listrik, dan berbagai mesin industri.
- Besi (Fe) : Menjadi bahan utama pembuatan baja yang digunakan dalam konstruksi gedung, jembatan, rel kereta api, kendaraan, dan peralatan industri.
- Seng atau Zink (Zn) : Digunakan untuk melapisi baja agar tahan terhadap korosi (galvanisasi), serta sebagai bahan baku baterai dan logam paduan.
- Mangan (Mn) : Dimanfaatkan sebagai campuran baja agar lebih kuat dan tahan aus, serta digunakan dalam industri baterai dan bahan kimia.
- Nikel (Ni): Merupakan bahan utama dalam pembuatan baja tahan karat (stainless steel), baterai kendaraan listrik, serta berbagai logam paduan.
- Timah hitam atau Timbal (Pb) : Digunakan dalam baterai kendaraan, pelindung radiasi, dan beberapa produk industri, meskipun penggunaannya semakin dibatasi karena dampaknya terhadap kesehatan.
- Stronsium (Sr): Digunakan dalam industri keramik, kaca khusus, magnet, dan pembuatan kembang api yang menghasilkan warna merah terang.
- Tungsten (W) : Dikenal sebagai logam yang sangat keras dan tahan panas. Mineral ini digunakan untuk mata bor, alat pemotong logam, komponen industri, serta perlengkapan pertahanan.
- Uranium (U) : Dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir dan untuk berbagai keperluan penelitian nuklir.
- Tantalum (Ta) : Sangat penting dalam industri elektronik, terutama untuk kapasitor pada telepon seluler, komputer, peralatan medis, dan teknologi komunikasi.
- Zirkon (Zr) : Digunakan dalam industri keramik, bahan tahan panas, pengecoran logam, serta teknologi nuklir.
- Hidrat Girum : Bukan merupakan istilah mineral yang umum digunakan dalam literatur geologi. Kemungkinan yang dimaksud adalah hidrat gipsum (gypsum) atau mineral industri lain, sehingga perlu dilakukan verifikasi terhadap sumber data.
- Unsur Tanah Jarang : Merupakan kelompok mineral strategis yang digunakan dalam pembuatan magnet permanen, kendaraan listrik, turbin angin, telepon pintar, komputer, satelit, teknologi pertahanan, hingga berbagai teknologi energi terbarukan.
Dengan data yang seterang ini, apakah kita masih percaya bahwa adanya militer di tanah Papua hanya untuk menjaga keamanan negara? atau untuk menjaga kekayaan alam dari orang asli papua. Sa Pu Nama Pengungsi bukan hanya dokumentasi mengenai pengungsian di Papua, tetapi juga sebuah pengingat bahwa konflik bersenjata selalu membawa konsekuensi kemanusiaan yang panjang. di akhir film dokumenter ema berharap dia ingin segera pulang agar bisa mengatur keluarga dan bisa melihat masa depan anak anak mereka.
Papua bukan tanah kosong, kembalikan kedaulatan kepada masyarakat papua, dan kembalikan semua tentara barak.
“Pemerintah berdalih ada nya TNI/Polri di papua sebagai bagian dari upaya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi pada kenyataannya tanah, kampung, rumah, makanan semua sudah dikuasai oleh TNI/Polri. jadi kami mau kemana?”
Kalimat itu menjadi salah satu dialog yang menyayat hati dalam film dokumenter berjudul “c” yang berdurasi 37:49 menit. Dokumenter ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Papua dipaksa meninggalkan kampung halaman, tanah kelahiran dan sumber penghidupan. Menurut catatan, ada 5 distrik yang terpaksa mengungsi karena konflik yang berkepanjangan seperti :
1. Maybrat 9 september tahun 2021 pengungsi gelombang pertama 2.086.
2. Intan Jaya tahun 2020 sebanyak 5.859 mengungsi dan 126 orang meninggal dunia.
3. Puncak april 2021 2724 mengungsi, 16 orang meninggal dunia.
4. Nduga tahun 2018 sebanyak 44.000 mengungsi dan 615 orang meninggal dunia,
5. Yahukimo, februari tahun 2021 sebanyak 1.971
6. Pegunungan bintang, 13 september tahun 2021 sebanyak 2.252 mengungsi.
Melalui Sa Pu Nama Pengungsi, kita menyaksikan bahwa pengungsi ini bukan sekedar angka. Merekaadalah manusia, masyarakat asli papua yang kehilangan kehidupan, harapan, dan masa depan yang berubah karena konflik.
Salah satu pengungsi yang dihadirkan di Sa Pu Nama Pengungsi adalah Kogoya, seorang anak berusia 3 tahun yang terlahir di pengungsian pada tahun 2022. Dia merupakan salah satu dari sekian anak yang terlahir di pengungsian. Hal ini menjadi fenomena umum, mengingat banyak pengungsi perempuan dalam kondisi hamil saat meninggalkan kampung halamannya. Salah satunya adalah Ema, pengungsi perempuan dari maybrat yang menceritakan pengalamannya saat mengungsi ke hutan. Ema mengakui, mengungsi adalah pilihan yang berat karena kala itu ia sedang hamil besar 9 bulan dan terpaksa melahirkan di hutan tanpa bantuan tenaga kesehatan. Pengalaman Ema dengan gamblang menunjukkan bagaimana konflik berkepanjangan mempengaruhi keseharian para pengungsi yang hidup dalam keterbatasan, seperti kesulitan memperoleh makanan, air bersih, layanan kesehatan, akses pendidikan untuk anak-anak. Pengalaman masyarakat papua dari satu konflik ke konflik lainya yang sarat dengan praktik kekerasan membuat orang papua trauma. Dalam pandangan orang asli Papua, militerisme dan kekerasan adalah wajah asli pemerintahan indonesia.
Film dokumenter ini bukan hanya memperlihatkan keseharian para pengungsi tapi juga menyajikan data dari Pemerintah Provinsi Papua Dinas Pertambangan dan Energi bahwa ditahan papua terkandung kekayaan alam yang sangat berlimpah seperti :
- Emas (Au) : Merupakan logam mulia yang digunakan untuk perhiasan, investasi, komponen elektronik, dan peralatan medis.
- Perak (Ag) : Dimanfaatkan untuk perhiasan, panel surya, industri elektronik, fotografi, dan berbagai peralatan kesehatan karena memiliki daya hantar listrik yang sangat baik.
- Arsenik (As) : Atau arsenit digunakan dalam industri kimia, semikonduktor, dan bahan pengawet kayu tertentu. Namun, karena bersifat beracun, penggunaannya diawasi secara ketat.
- Bismuth (Bi) : Banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, logam paduan, serta sebagai pengganti timbal karena relatif lebih ramah lingkungan.
- Kobalt (Co) : Merupakan bahan baku penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, telepon seluler, komputer, turbin pesawat, dan magnet berkekuatan tinggi.
- Tembaga (Cu) : Digunakan untuk pembuatan kabel listrik, komponen elektronik, instalasi bangunan, kendaraan listrik, dan berbagai mesin industri.
- Besi (Fe) : Menjadi bahan utama pembuatan baja yang digunakan dalam konstruksi gedung, jembatan, rel kereta api, kendaraan, dan peralatan industri.
- Seng atau Zink (Zn) : Digunakan untuk melapisi baja agar tahan terhadap korosi (galvanisasi), serta sebagai bahan baku baterai dan logam paduan.
- Mangan (Mn) : Dimanfaatkan sebagai campuran baja agar lebih kuat dan tahan aus, serta digunakan dalam industri baterai dan bahan kimia.
- Nikel (Ni): Merupakan bahan utama dalam pembuatan baja tahan karat (stainless steel), baterai kendaraan listrik, serta berbagai logam paduan.
- Timah hitam atau Timbal (Pb) : Digunakan dalam baterai kendaraan, pelindung radiasi, dan beberapa produk industri, meskipun penggunaannya semakin dibatasi karena dampaknya terhadap kesehatan.
- Stronsium (Sr): Digunakan dalam industri keramik, kaca khusus, magnet, dan pembuatan kembang api yang menghasilkan warna merah terang.
- Tungsten (W) : Dikenal sebagai logam yang sangat keras dan tahan panas. Mineral ini digunakan untuk mata bor, alat pemotong logam, komponen industri, serta perlengkapan pertahanan.
- Uranium (U) : Dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir dan untuk berbagai keperluan penelitian nuklir.
- Tantalum (Ta) : Sangat penting dalam industri elektronik, terutama untuk kapasitor pada telepon seluler, komputer, peralatan medis, dan teknologi komunikasi.
- Zirkon (Zr) : Digunakan dalam industri keramik, bahan tahan panas, pengecoran logam, serta teknologi nuklir.
- Hidrat Girum : Bukan merupakan istilah mineral yang umum digunakan dalam literatur geologi. Kemungkinan yang dimaksud adalah hidrat gipsum (gypsum) atau mineral industri lain, sehingga perlu dilakukan verifikasi terhadap sumber data.
- Unsur Tanah Jarang : Merupakan kelompok mineral strategis yang digunakan dalam pembuatan magnet permanen, kendaraan listrik, turbin angin, telepon pintar, komputer, satelit, teknologi pertahanan, hingga berbagai teknologi energi terbarukan.
Dengan data yang seterang ini, apakah kita masih percaya bahwa adanya militer di tanah Papua hanya untuk menjaga keamanan negara? atau untuk menjaga kekayaan alam dari orang asli papua. Sa Pu Nama Pengungsi bukan hanya dokumentasi mengenai pengungsian di Papua, tetapi juga sebuah pengingat bahwa konflik bersenjata selalu membawa konsekuensi kemanusiaan yang panjang. Di akhir film dokumenter Ema berharap segera pulang, agar bisa kembali mengurus keluarga dan bisa melihat masa depan anak anak mereka di tanahnya sendiri.
Papua bukan tanah kosong, kembalikan kedaulatan kepada masyarakat papua, dan kembalikan semua tentara barak.










