Ancang – Ancang

Kau bilang order sepi
Kami buruh dipaksa ikut rugi
Kamu bilang buyer hengkang
Maka kami harus rela ditendang

Tapi kau selalu diam ketika laba besar
Tapi kamu tak ada kata saat pabrik bertambah

Awas kau pengusaha
Hati-hati hei kamu pengusaha
Kami buruh pasti melawan

Ingat kawanku
Saat order besar, lembur kita tidak dibayar
Ketika pabrik untung besar, upah kita ditangguhkan
Buruh sakit ditelantarkan
Buruh hamil diabaikan

Ayo kawan, mana tanganmu?
Ayo acungkan, dalam kepalan!

Tanpa ada kepastian kerja
Tanpa ada pemenuhan hak
Ayo siapkan barisan
PEMOGOKAN!

Tipar, 10 November 2018

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

UPAH

    Setiap  tahun  pemerintah  mempertimbangkan Lalu  menetapkannya Menuliskannya  surat  keputusan Agar  di  ketahui  dan  di patuhi   Setiap tahun pengusaha  dan  apindo  di  sibukan

Manipulasi atau Insanity Defense? Mengurai Kontroversi Penembakan Polisi di Solok Selatan

Maidina Rahmawati dari Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menegaskan bahwa penerapan insanity defense membutuhkan pembuktian yang sangat ketat. Menurutnya, seseorang hanya dapat dianggap tidak bertanggung jawab secara hukum jika benar-benar tidak mampu memahami atau mengendalikan tindakannya akibat gangguan mental berat. “Klaim ini harus didasarkan pada evaluasi objektif dan mendalam agar tidak menjadi celah manipulasi hukum,” ujar Maidina

Ajakan Solidaritas: Bergerak dari Rumah

Banyak hal yang bisa kamu lakukan walaupun #dirumahsaja? Tahukah kamu, akibat wabah ini, banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan karena krisis terjadi di mana-mana.

Permohonan Eksepsi Ditolak, Kriminalisasi Septia Tetap Berlanjut

Gema Gita Persada, pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH Pers) yang membela Septia, menyayangkan keputusan majelis hakim. Menurutnya, hakim tidak mempertimbangkan aspek ketidakadilan dalam kasus ini.

“Penolakan eksepsi menunjukkan bahwa majelis hakim gagal mengidentifikasi dimensi ketidakadilan yang ada dalam kasus ini. Pertimbangan putusan sela lebih memihak pada penuntut umum,” ujar Gema.

Panggil Aku, Kakak Ari Saja

keterangan foto: bersama kedua mentor ku, Aam (kiri) dan Papang (kanan) Kadang cita-cita dan kenyataan sering sekali jauh dari harapan. Tapi tidak perlu menyesal ketika