Ancang – Ancang

Kau bilang order sepi
Kami buruh dipaksa ikut rugi
Kamu bilang buyer hengkang
Maka kami harus rela ditendang

Tapi kau selalu diam ketika laba besar
Tapi kamu tak ada kata saat pabrik bertambah

Awas kau pengusaha
Hati-hati hei kamu pengusaha
Kami buruh pasti melawan

Ingat kawanku
Saat order besar, lembur kita tidak dibayar
Ketika pabrik untung besar, upah kita ditangguhkan
Buruh sakit ditelantarkan
Buruh hamil diabaikan

Ayo kawan, mana tanganmu?
Ayo acungkan, dalam kepalan!

Tanpa ada kepastian kerja
Tanpa ada pemenuhan hak
Ayo siapkan barisan
PEMOGOKAN!

Tipar, 10 November 2018

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Sulitnya Belajar di Dunia Maya

Tahun 2020 adalah tahun yang banyak sekali musibah dan cobaan yang menerpa Indonesia. Tidak hanya di negeri kita, tapi di semua penjuru dunia. Di pertengahan

Darah Juang Khotimah di Muka Peradilan

“Sudah cukup, bapak Majelis Hakim” Teriak seorang perempuan paruh baya di sampingku. Namanya, Lita Anggraeni, seorang aktivis perempuan yang puluhan tahun memperjuangkan nasib PRT (Pekerja Rumah Tangga)

Posisi Buruh didalam Rantai Nilai Global

Fatimah Fildzah Izzati seorang peneliti perburuhan dalam Talkshow Union di Marsinah FM dengan tema “Buruh Dalam Rantai Nilai Global” yang membahas apa itu sebenarnya rantai nilai global serta posisi buruh dalam rantai nilai global mengungkapkan bahwa rantai nilai global memiliki banyak istilah antara lain rantai nilai pasok, rantai nilai komoditas dan masih banyak yang lain akan tetapi maknanya tetap sama. Rantai nilai global membicarakan tentang barang-barang atau komoditas yang diproduksi oleh kelas buruh diseluruh dunia dalam sebuah rantai nilai yang saling terhubung.

Bebaskan 11 Sopir AMT Pertamina Tanpa Syarat!

Rilis Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI) Terkait Perkembangan Kasus AMT Perjuangan pekerja Awak Mobil Tangki (AMT) memasuki babak baru. Sebelas pekerja AMT ditangkap sehubungan dengan

JUMAT MILITAN

Tentang Sebuah Gerakan tadinya aku pengen bilang aku butuh rumah tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah ingat: setiap orang! aku berpikir tentang