“SAHABAT PALSU” MINTEN

gambar diambil dari https://www.browngirlmagazine.com/2014/10/empowering-women-art/

Minten,
Sosok buruh perempuan tinggi semampai,
Sedikit ada ceria diwajahnya setelah beberapa hari lalu ia menerima uang cuti hamilnya, tanpa harus mengundurkan diri.
Minten bisa bersikukuh, Serikatnya pun bersikukuh,
Minten bermental baja,
Berkali personalia sodorkan surat pengunduran diri, dengan jurus silat lidah ketekuk-tekuk,
Berkali itu juga Minten menolak dengan lembutnya, dengan senyum polosnya, dengan gigi mringisnya,
Hingga akhirnya personalia menyerah,
Bosnya yang Korea itu juga menyerah.

Ya, Minten akhirnya kembali bekerja, kembali menjahit bobok kantong atau pasang kantong.
Minten menjadi lebih percaya diri, ternyata benar yang dia pikirkan.

Serikatnya tak membiarkan ia berjuang sendiri.
Keteguhan hatinya, keteguhan serikatnya, adalah kunci dan amunisi untuk menatap hari esok.

Sore itu,
Minten pulang kerja dengan bangga,
Sedikit jingkrak-jingkrak, kakinya mengarah keluar pintu gerbang kawasan industri,
Dia sapa teman kerja yang sama asem bau badan dengannya,
” Minul, utangku ke kamu kukembalikan besok ya” dengan percaya diri dan senyum polosnya.
Tak lupa ia samperin Om Boltak yang kemarin meminjamkan uang untuk Minten melahirkan,
“Om, hari Selasa abis tahun baru, utangku ku kembalikan ya” begitu Minten berseru, sembari terus berlalu menuju rumah tetangga tempat sang buah hati di asuh tetangga.

Minten,
Ia menghitung bolak balik uang dalam genggaman,
Tak yakin dengan hasil yang dia hitung,
Mulutnya komat kamit sambil mengingat,
Kepada siapa lagi Minten musti bayar hutang.

Adalah Minul sahabat karib Minten,
Sama-sama bekerja di pabrik, dibagian yang sama yaitu menjahit,
Bertahun menjadi sahabat di satu Line,
Minul yang sering meminjamkan uang kepada Minten.

Namun,
Satu juta yang Minten pinjam,
Menjadi tiga juta karena tak sanggup bayar pokok.
Setiap bulannya Minten hanya sanggup bayar bunganya tigaratus ribu.

Kali ini,
Yang tiga juta berbunga menjadi empat juta delapan ratus ribu,
Begitu Minten dapat uang cuti melahirkan,
Minulpun mendesak Minten untuk segera bayar utang, dengan muka garang sok kuasa, karena merasa berjasa.

Oohhh,
Persahabatan macam apa yang kau bangun Minten?
Adakah seorang sahabat yang sanggup menjerat leher sahabatnya sendiri sebegitu rupa?
Adakah sahabat yang sanggup menjebol sisi kemanusiaan sahabatnya?

Minten,
Adalah satu potret buruh perempuan di KBN Cakung,
Tak cukupkah target jahitan menggerogoti badanmu?
Tak cukupkah hak atas keringatmu dirampas oleh sesamamu?
Penderitaan mana yang dusta?

Minten,
Kuat-kuatlah dirimu,
Bernafas panjanglah dirimu,
Perjuangan ini teramat panjang dan berliku.

Jakarta, di penghujung tahun 2017.

(Di tulis oleh Gadis Merah, sebagai penghormatan pada buruh perempuan yang terus berlawan)

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Mahasiswa Yogyakarta Melawan Politik ORBA

Rabu, 04 Februari 2015, Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta, menggelar aksi di depan UGM tepatnya Bundaran UGM. Aksi ini mengangkat tema “Melawan Politik Orde Baru”. Isu ini

Bumi Manusia Episode 1

Bumi Manusia adalah karya almarhum Pramudya Ananta Toer yang dibacakan di Marsinah FM dalam program siaran Layar. Berikut ini adalah Bumi Manusia Episode 1, dibacakan

Dangdut Hits

Dangdut Hits adalah program siaran lagu dangdut terbaru, mengudara tiap hari Sabtu jam 4 sore sampai 6 malam. Lagu dangdut memang lagu rakyat, disenangi banyak

Orasi Buruh Perempuan Lajang

Sebuah pertarungan yang sering kali dihadapkan pada lawan yang tidak sebanding, yakni kemiskinan. Jutaan buruh gugur dalam kepasrahan dan cita-citanya berserakan tanpa pilihan. Karena itulah buruh tidak pernah menjadi sebuah impian. Karena tidak seorang pun menginginkannya.

Kopi Juang

Kopi Juang  adalah warung kopi yang aku bawa ke sana sini alias ‘keliling’. Kopi Juang  jugalah yang menjadi sumber pendapatanku saat ini, warung yang selalu