merebut kesejahteraan


alam semesta negri ini kami punya..
batu,air,tambang,bumi subur nan luas..milik bersama…
kami buruh bukan mental budak…

pemikiran dan tenaga kami mampu menciptakan…
memproduksi beribu-ribu pakaian..beribu-ribu sepatu..
beribu-ribu arloji…

bahkan kami tidak takut,,merebut untuk berkuasa…
demi rakyat adil dan sejahterah…

lalu tangan-tangan penguasa…
membuka ruang luas penindasan…
exsploitasi bumi dan isinya..tambang serta manusianya…
rakyat terlunta..buruh sengsara…
kaum miskin kota..hingga pedesaan…

kami buruh..ingin mengulang sejarah di masa itu…
satu kesatuan memutus rantai penindasan…
anti imprialisme…dan kapitalisme…

kini penjajahan moderen..penjajahan gaya baru…
yang memaksa kita harus bersatu…
bacot pemilu sampai banjir ludah…
rakyat sudah tak percaya…

sisi gelap sejarah akan menjadi terang…
jika keberanian dan kebenaran..menjadi obor untuk membongkar…
karna kami akan mengungkit sejarah lalu..
dan bangkit dengan semangat baru…

Bojong 17-feb-2014,
Lami

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Pengalaman Aksi Upah Serang

Pukul 00.00 WIB, 24 November 2014 Kami berkumpul di kontrakan terdekat dengan tol Ciujung untuk merencanakan pemblokiran jalan tol Jakarta – Merak sebagai penekanan terhadap

Hari Pangan Sedunia: Merebut Kembali Ruang Hidup yang Dirampas

Sementara, peran perempuan sebagai petani tak kunjung memperoleh pengakuan. Alat pertanian modern tidak dirancang untuk nyaman dioperasikan oleh tubuh perempuan. Sehingga, kaum perempuan tersingkir dari proses bertani. Pun, kelompok tani yang kerap merumuskan kebijakan terkait pengelolaan pangan, distribusi, pengadaan benih lebih banyak didominasi laki – laki. Akibatnya, perempuan kehilangan akses terhadap benih, pupuk dan proses pengambilan keputusan.

Mengenal Pemikiran Clara Zetkin, Pencetus Hari Perempuan Internasional

Clara Zetkin adalah pejuang perempuan asal Jerman yang lahir pada tahun 1857. Ia dikenal sebagai tokoh perempuan sosialis yang sangat berpengaruh dalam sejarah gerakan buruh dan gerakan perempuan. Clara aktif sebagai kader politik di Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD) serta berperan sebagai editor surat kabar partai yang secara khusus mengangkat isu-isu perempuan dan buruh.

Sumber: https://pin.it/42kJV784f

Polemik UU Kesejahteraan Ibu dan Anak

Selain itu, UU KIA tidak mengatur secara khusus hak buruh ibu yang bekerja di sektor informal. Padahal, jumlah tenaga kerja di sektor informal telah mencapai sekitar 82,67 juta orang (55,9%), dan didominasi oleh perempuan.

KPU Harus Serius Berbenah Demi Pemilu yang Inklusif dan Aman Bagi Perempuan

Mike Verawati Tangka, Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menuturkan, sanksi pemberhentian tetap adalah keputusan terbaik untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan menjadi pesan yang tegas bahwa tidak ada ruang ataupun toleransi bagi pelaku untuk menjadi bagian dari penyelenggara pemilu di Indonesia. 

Ancang – Ancang

Kau bilang order sepi Kami buruh dipaksa ikut rugi Kamu bilang buyer hengkang Maka kami harus rela ditendang Tapi kau selalu diam ketika laba besar