Berkonsolidasi dan Bergerak Membangun Kekuatan Alternatif

Dua hari kemarin, 19-20 April 2018 tepatnya di hotel 678 Cawang adalah tonggak sejarah baru dalam mengukir harapan baru akan terbangunnya gerakan Persatuan dari seluruh elemen rakyat.

Sebuah Konferensi Gerakan Rakyat yang diinisiasi oleh KASBI, KPBI, KSN, SEDAR dan SGBN dengan melibatkan 70 organisasi gerakan rakyat lintas sektor, yaitu buruh, mahasiswa, pemuda, Perempuan, kaum miskin kota, pembela HAM, dan lingkungan hidup adalah agenda besar temu muka, temu gagasan dan ide-ide untuk membangun kekuatan alternatif, yaitu kekuatan yang lahir dari gerakan rakyat itu sendiri.

Berikut adalah kutipan dari para pimpinan organisasi yang menyelenggarakan Konferensi ini.

Sarinah – SEDAR ” Bagi kami Bersatu bukan hanya bersatu, tapi bersatu ada asas demokratis untuk tujuan yang strategis, untuk membangun alat politik bersama yaitu Partai Politik, hanya itu jalan keluar dari sistem kapitalisme dan penjajahan modal di Indonesia. Hasil-hasil konferensi harus kita laksanakan, karena jika sebelumnya ada keputusan tapi pelaksanaan tidak ada, jadi tidak bisa terukur. Kali ini kita berkomitmen untuk menjalankan mandat konferensi ini”.

Yahya – SGBN :
“Senang dan gembira terlibat dalam konferensi ini, kami bersemangat mencari jalan keluar, berkomitmen dan bersungguh-sungguh menjalankan hasil dari konferensi ini. Terimakasih kepada kepanitiaan, dan kami berkeinginan ada konferensi-konferensi berikutnya”.

Ilhamsyah:
“Acara konferensi ini adalah energi baru, di tengah situasi menurunnya gerakan rakyat. Kita masih sangat kecil kekuatan, tidak jarang demoralisasi, dengan adanya persatuan dan kita yakinkan kepada anggota, kita akan terus menggalang kekuatan dengan tolong menolong antar serikat. Semua punya kasus, PHK, upah, pabrik tutup, pendudukan dll, tapi harapan untuk persatuan adalah kerja konkret untuk memajukan perjuangan buruh memenangkan perjuangan rakyat. Mari kita uji komitmen dalam bersatu, jangan cepat putus asa, ngambek, dan persoalan yang ada pasti bisa diselesaikan bersama. Ayo saling mengisi”.

Nining Elitos – KASBI
“Mewakili KASBI saya apresiasi, kita berada di tengah kawan-kawan. Dalam bangunan gerakan kita, nasib tak bisa kita gantungkan ke elit politik, tentu dalam situasi terkini persoalan rakyat, perampasan SDA, SDM kita hanya sebagai eksploitasi, untuk itu dalam bangunan gerakan rakyat, butuh Blok Politik, bangun keterbukaan, partisipasi dari tingkat bawah sampai nasional, kita tidak melupakan pengorganisiran. Massa rakyat bisa kita libatkan untuk membangun, untuk meraih kekuasaan tertinggi. Dalam bangunan gerakan rakyat Indonesia, KASBI terlibat, kalau dalam perjalanan tidak tepat, kita tidak akan mudah menyerah dan sakit hati. Watak pejuang adalah dalam konteks terburukpun tidak menyerah. Ini adalah bangunan kita, bentuk, bangun dan besarkan menjadi blok politik rakyat tertindas”.

Hermawan – KSN
“Biarkan masa depan gerakan rakyat menjadi cerah, dari rangkaian diskusi, berangkat dari keterangan bersama, wajib kerja dan berjuang bersama. Tidak ada kata lain, negeri ini dalam cengkeraman yang membuat rakyat sengsara. Bangkit, mari raih kemenangan dan kesejahteraan, buruh bersatu tak bisa dikalahkan, buruh berkuasa, rakyat sejahtera.

Hari ini adalah Awal dari gerakan menuju kemenangan, yakinlah masa depan akan cerah”.

Jakarta, 21 April 2018
Ditulis oleh Gadis Merah

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Aliansi Perempuan Indonesia Desak DPR Setop Pembahasan RUU TNI: “Negara Jangan Main-main dengan Nyawa Perempuan!”

Aliansi mengingatkan bahwa revisi ini dilakukan dengan cara tertutup, terburu-buru, dan tanpa partisipasi masyarakat sipil. Mutiara Ika Pratiwi dari Perempuan Mahardhika mengingatkan bahwa situasi ini bukanlah persoalan sepele. “Kita bicara tentang sejarah berdarah bangsa ini. Pengalaman selama era Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh, Papua, dan daerah lainnya, perempuan selalu menjadi korban kekerasan seksual sistematis sebagai alat kekuasaan militer,” jelasnya.

Perempuan dan Serikat Buruh

Barisan massa aksi perempuan saat Peringatan Hari Buruh Sedunia 2013 di Jakarta.[1]/ dok lips Oleh Syarif Arifin Ada perempuan yang hendak belajar di luar, tapi harus

Hari Kelahiran dan Bunda Maria Itu

gambar : https://pin.it/5Lnlt7v Celia terlahir dari keluarga kaya yang bermukim di ibukota. Garis keturunannya cukup makmur, dia mewarisi silsilah perternak besar di Buenos Aires. Celia

Gadis Kopi Jadi Relawan

Aku gadis Lubuk linggau (Palembang). Aku punya empat saudara di dalam Keluarga aku, sebagai anak pertama dengan tiga adik lelaki.  Aku dinamai, Thika. Ayah dan