Ga Kapok, Aku Tetap Mogok Nasional

Ari Widiastari

Pada aksi menolak PP tentang Pengupahan No.78/2015, Jumat, 30 Oktober yang lalu, aku ikut terlibat,meski nyusul jam 3 sore.

Aku sering kali sesak nafas bila terkena asap rokok atau asap kayu bakar. Nah, ketika pak polisi menembakkan gas air mata ke teman-teman massa aksi, untuk membubarkan massa aksi ,dengan PD nya aku malah maju kedepan. Aku bermaksud mau ambil dokumentasinya, dor!!! Hah kaget aku, kenapa dadaku jadi sesak begini. Nafasku susah banget, mataku perih, semakin sesak saja ini dada. Akhirnya aku minggir, berlindung di antara pasukan GODAM nya FPBI.

Ini pertamakali aku kena gas racun itu, meski sudah sering kali ikut aksi.

Ga kapok,DAN AKU SIAP UNTUK MOGOK NASIONAL LAGI..

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Grebek Pabrik! Saatnya Menghadapi Serangan Balik

Rapat Akbar KBN Cakung/ dok dev.marsinah.id  Oleh Abu Mufakhir* Menurut saya, cara terbaik menghadapi serangan balik paska-mogok serentak adalah melakukan grebek pabrik, atau aksi solidaritas lintas

Norma Rae Dalam Film

Bagaimana Norma Rae berjuang  dan mendirikan serikat di dalam pabriknya dan bagaimana pergerakan buruhnya?  ketika penindasan datang melawan  yang terlintas, untuk melawan butuh alat perjuangan, mengorganisir buruh butuh kesabaran dan pendekatan  yang lebih di tengah rasa takut kawan buruh.

Perempuan Pembela Kendeng, Rembang

Ayo berikan solidaritasmu, serentak di 27 Maret 2015 “Bagaimana menghadapi aparat yang terus melakukan intimidasi dan diskriminasi ? aparat yang seharusnya melindungi tapi justru berbelok

STOP DISKRIMINASI TERHADAP BURUH PEREMPUAN

Sejak pemberlakuan PP78 tahun 2015 sebagai landasan upah murah, banyak sekali para pemodal asing yang berbondong – bondong masuk ke negeri ini, terutama pemodal dari