Ga Kapok, Aku Tetap Mogok Nasional

Ari Widiastari

Pada aksi menolak PP tentang Pengupahan No.78/2015, Jumat, 30 Oktober yang lalu, aku ikut terlibat,meski nyusul jam 3 sore.

Aku sering kali sesak nafas bila terkena asap rokok atau asap kayu bakar. Nah, ketika pak polisi menembakkan gas air mata ke teman-teman massa aksi, untuk membubarkan massa aksi ,dengan PD nya aku malah maju kedepan. Aku bermaksud mau ambil dokumentasinya, dor!!! Hah kaget aku, kenapa dadaku jadi sesak begini. Nafasku susah banget, mataku perih, semakin sesak saja ini dada. Akhirnya aku minggir, berlindung di antara pasukan GODAM nya FPBI.

Ini pertamakali aku kena gas racun itu, meski sudah sering kali ikut aksi.

Ga kapok,DAN AKU SIAP UNTUK MOGOK NASIONAL LAGI..

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Merayakan Tubuh Bersama Covid-19

Menyelinapnya virus Covid 19 di dalam tubuh, bukan hal yang tidak saya prediksi sama sekali. Bukan saja karena virus ini bisa mudah menular, namun sudah

“LAWAN ATAU DITINDAS”

Bermuka dua di pabrik semakin banyak Buruh pun semakin ditindas Tenaga,pikiran semakin dikuras Upah tidak layak kamu berikan kami Hak kamipun kamu rampas BBM pun

merebut kesejahteraan

alam semesta negri ini kami punya..batu,air,tambang,bumi subur nan luas..milik bersama…kami buruh bukan mental budak… pemikiran dan tenaga kami mampu menciptakan…memproduksi beribu-ribu pakaian..beribu-ribu sepatu..beribu-ribu arloji… bahkan

Dilema Buruh Akibat Kenaikan Harga Sembako

Untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari hari, buruh harus mencari harga sembako yang paling rendah seperti harga beras yang Rp 13 ribu/kilo yang bisa dikonsumsi untuk satu keluarga.