





“Saya tidak pernah melukis mimpi, saya melukis realita saya sendiri” Kutipan kalimat diatas dilontarkan oleh seorang perempuan yang gigih meraih mimpi. Namanya diabadikan dalam perjalanan

Direktur LBH Pers, Ade Wahyudin, yang juga merupakan kuasa hukum Septia, menyatakan bahwa proses persidangan hari ini jauh dari harapan. Ade menekankan bahwa hakim seharusnya sudah memberikan keputusan terkait penangguhan penahanan terhadap Septia, mengingat tim kuasa hukum telah menyerahkan surat permohonan penangguhan tersebut. Namun, majelis hakim menunda keputusan tersebut dengan alasan komposisi hakim yang tidak lengkap. Ade juga mengkritik dakwaan JPU, yang menggunakan pasal-pasal dari UU ITE tahun 2016 yang sudah tidak berlaku karena telah direvisi.

Rapat Akbar Karawang/foto:Mulyadi -FBTPI Oleh Kholidi dan tim liputan Marsinah FM Ada satu konsep berbeda yang ditemui dalam rapat akbar di Karawang pada Minggu (20/9)

Sepak bola tidak tiba-tiba menjadi olahraga paling digemari sejagad. Ini merupakan produk sejarah, sehingga ia tidak berdiri sendiri atau muncul dengan mantra. Olahraga ini sangat diminati oleh manusia di dunia, jika ditinjau dari sejarah, sejak dahulu kala. Beberapa cacatatan sejarah dari berbagai artikel menyebutkan bahwa sepak bola mulai dikenal pada 3000 tahun silam.

Pada 2 dan 3 Mei 2026, dua perempuan Papua, Tarling Wanimbo (20) dan Naena Murib (31), ditemukan meninggal dunia di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Keduanya diduga tewas ditembak aparat keamanan saat sedang beraktivitas di kebun.

Tulisan ini dibuat berdasarkan laporan atau pengaduan dari buruh di KBN Cakung. …..Namaku Ira (bukan nama sebenarnya), perempuan dewasa, sudah menikah dengan satu anak. Bekerja

Selain mantan buruh yang saat ini masih aktif sebagai anggota anggota Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), aku merupakan salah satu relawan Posko Pembelaan Buruh Perempuan