Buruh Jombang Mogok Daerah

jombang modar 1

Ribuan buruh di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, MEMBUKTIKAN JANJINYA memblokir jalan raya antar provinsi di Kabupaten Jombang.

Dalam aksinya, buruh berpencar ke berbagai arah melakukan aksi sweeping ke pabrik-pabrik.

Buruh memaksa perusahaan mengeluarkan seluruh karyawannya untuk berunjukrasa dan mogok massal hari ini. Untuk menghindari kekacauan, sejumlah perusahaan akhirnya memilih mengeluarkan karyawannya untuk bergabung dengan massa.

Tak hanya melakukan aksi sweeping, buruh juga memblokir jalan raya antar provinsi, sehingga seluruh kendaraan yang melintas dari Jombang ke arah Surabaya, maupun sebaliknya terhenti total.
Jombang lumpuh.

Buruh nekat melakukan aksi sweeping, mogok massal, dan memblokir jalan, karena meski sudah didemo hingga beberapakali, Bupati Jombang Nyono Suharli tak mau memenuhi tuntutan mereka menaikkan UMK dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2,180 juta.

Hingga saat ini, aksi sweeping di sejumlah perusahaan masih terus berlangsung. Sebagian lainnya, memblokir jalan masuk menuju kantor Pemkab Jombang.

Iwan Cek Kurniawan

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Laut Hidup

dok. http://www.femina.co.id/fiction/gadis-pesisir-   Laut tidak memberi takut alam selalu membuka tangan   Bila datang petir kehancuran bukan suara alam   Hilangnya ikan, matinya karang bukan

Suara Buruh edisi 27 Oktober 2015

Suara Buruh kembali hadir dengan berita terkait PP Upah, Rencana Aksi 30 Oktober 2015, dan Pendapat Buruh soal PP upah.. Buruh sedang bersiap aksi di

Mengadu ke Ombudsman

Oleh Dian Septi Trisnanti Pagi yang Sibuk  Pagi yang basah, deru mesin yang bising . Orang-orang yang tak bersabar, bergegas tanpa peduli sekitar. Pagi yang

BURUH KONTRAK HARUS BERSERIKAT

Oleh: (Jumisih – FSBPI-KPBI) Banyak pihak berpendapat bahwa buruh kontrak tidak perlu berserikat karena toch akan terPHK. Logika ini keliru. Justeru karena status kita adalah

Perempuan Tidak Akan Diam: Melawan Pemiskinan, Kekerasan, dan Kriminalisasi

“Kita sudah terlalu lama diam dan berharap pemerintah peduli, tapi justru makin banyak perempuan kehilangan pekerjaan, kehilangan hak, bahkan kehilangan nyawa! Kita turun ke jalan hari ini bukan hanya untuk protes, tapi untuk menuntut perubahan yang nyata,” tegas Ajeng, perwakilan dari Aliansi Perempuan Indonesia (API).