Seruan Mogok Awak Mobil Tanki Pertamina

Seruan   kepada seluruh Awak Mobil Tanki Pertamina yang ada di seluruh depot-depot Indonesia dan juga kepada seluruh gerakan rakyat :

  1. Kepada seluruh kawan-kawan AMT di seluruh depot-depot yang berada di indonesia untuk juga melakukan perlawanannya dalam satu barisan menuntut kepada pihak pertamina agar segera memenuhi hak normatif yang sudah di rampas.
  2. Kepada gerakan rakyat khususnya gerakan buruh untuk bersatu memberikan solidaritasnya dan dukungannya sebagai sesama kaum tertindas.

Selanjutnya kami juga menuntut pihak terkait dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk menetapkan sanksi bagi Badan Usaha yang menjalankan usaha dalam kegiatan di usaha HilirMinyak dan Gas Bumi yang dengan sengaja mengabaikan prinsip prinsip Kesehatan dan  Keselamatan  Kerja  para  pekerjanya,  serta  dengan  sengaja  mengabaikan  ketentuan perundang undangan di bidang Ketenagakerjaan yang mengakibatkan Hilangnya Hak bagi Para Pekerja dalam mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan, sebagai implementasi  dari  Peraturan  Menteri  ESDM No.00007  tahun  2005  Tentang Persyaratan  dan Pedoman Pelaksanaan Izin Usaha dalam Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Dan mengingat pada Ketentuan Pasal 1 Ayat (5) KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2004 TENTANG PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL yang dalam secara jelas sudah menerangkan bahwa :

Gangguan adalah tindakan yang sudah nyata dan menimbulkan kerugian berupa korban jiwa dan/atau harta benda serta dapat berakibat  trauma psikis kepada Pegawai/Karyawan Obyek Vital Nasional,

Serta memperhatikan ketentuan Pasal 84 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2004Tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak Dan Gas Bumi, yang berbunyi :

“Ketentuan  mengenai  hubungan  kerja,  perlindungan  kerja,  dan  syarat-syarat  kerja,  serta penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain diatur  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Ketenagakerjaan”.

Maka untuk itu kami beserta seluruh anggota kami para Crew Awak Mobil Tangki PT.Pertamina Patra Niaga dan PT.Elnusa Petrofin, juga mengharapkan perhatian dari Yang Terhormat Presiden Republik Indonesia atas permasalahan yang menimpa Para Crew Awak Mobil Tangki BBM-BBG tersebut diatas, mengingat permasalahan yang menimpa seluruh anggota kami tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sudah berbagai upaya kami lakukan termasuk upaya mengadukan permasalahan ini ke pihak Instansi/lembaga terkait, namun belum juga ada penyelesaiannya.

Demikian press release  ini kami sampaikan dan terima kasih atas perhatiannya.

Bangkit, Lawan, Hancurkan Tirani

HORMAT KAMI DEWAN PIMPINAN PUSAT

FEDERASI BURUH TRANSPORTASI PELABUHAN INDONESIA

(DPP – FBTPI)

Sumber: www.buruh.co

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Kawasan Vital, Untuk Kepentingan Siapa?

Oleh Redaksi  Apa Itu Kawasan Vital? Vital dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna sangat penting dalam kehidupan. Kata atau istilah vital inilah yang tercantum dalam

Mewarisi Pemikiran Kartini, Berani Mengembangkan Gagasan Progresif 

Di balik dinding pingitan, Kartini mengembangkan gagasan yang berani dan progresif melampaui jamannya. Di tengah kultur sosial masyarakatnya yang kolot, mengecilkan makna gagasan dan pemikiran apalagi dari seorang perempuan, Kartini punya keberanian menggoreskan pena. Lalu apakah menggoreskan pena, jauh lebih tidak berani dari pertarungan gagah berani di medan perang? Medan perang pun butuh siasat dan strategi, sebuah pemikiran yang jitu untuk memenangkan pertarungan. Demikianlah, perjuangan dengan pena adalah sama tajam dan beraninya dengan aksi di medan perang.

Memahami Penindasan Khusus Perempuan

Pengantar SEMUA perempuan tertindas sebagai perempuan, dan penindasan itu bukanlah takdir sejarah. Itulah makna paling penting dari pernyataan terkenal Simone de Beauvoir, “One is not

“KDRT Berujung Femisida, Bagaimana Melawannya?” 

Femisida atau pembunuhan atas dasar kebencian pada perempuan terjadi karena tingginya ketimpangan relasi kuasa antara laki laki dan perempuan. Dalam hal ini, banyak kasus femisida terjadi dengan diawali KDRT. Namun, adanya kecenderungan masyarakat menganggap KDRT sebagai “masalah rumah tangga masing-masing” dan bahkan “aib dalam rumah tangga” menyebabkan banyak kasus femisida tak dapat dicegah. Tingginya pengabaian akan peringatan KDRT yang dapat berdampak lebih jauh pada terbunuhnya perempuan menjadi salah satu penyebabnya.