Nasib Tukang Masak yang Tak Senikmat Hasil Kerjanya

Di sebuah vila di Bogor, seorang tukang masa, sebut saja namanya Juna, merasa jengan. Ia merasa semakin terjepit kebutuhan ekonomi. Maklum, upahnya hanya Rp 1 juta per bulan. Padahal, selama bekerja, ia tekun dan rajin. Namun, lama-lama upah itu tidak cukup. Junapun akhirnya memutuskan untuk berpindah kerja, ia melamar di vila lain.

Ia mendapatkan informasi dari kakanya, ada sebuah vila di Bogor, Jawa Barat, yang membutuhkan seorang juru masak. Vilai itu tak jauh dari tempatnya. Juna pun mencoba peruntungan.

Di sinilah, Juna diterima bekerja. Tapi, nasib tak jauh berubah. Ia hanya mendapat sedikit kenaikan upah. Di tempat baru ini, ia mendapat Rp 1,5 juta. Pertama kerja, ia agak bingung dan tidak betah rasanya. Kalau masalah gajipun masih kurang. Masih jauh dari Upah minimum Kabupaten Bogor sebesar Rp 3,5 juta. Upahnya bahkan tidak sampai setengah UMK.

Terlebih, istri tidak bekerja. Tetapi, pria yang baru satu tahun menikah itu bersyukur karena tidak punya tunggakan. Hanya saja, ia tak dapat memandang masa depan. Upah sebesar itu tentu tidak cukup buat tabungan. Bahkan, ia terpaksa masih tinggal bersama orang tua.

Di tempat kerja baru ini, Juna bekerja dua shift. Pertama, masuk subuh jam 5 pagi sampai jam 4 sore. Sedangkan, pada siang hari masuk jam 9 pagi  pulang jam 8 malam. Perkenalan saya singkat dengannya, tapi saya berharap perekonomian pria 23 tahun itu bisa membaik.

Oleh Zetrinda

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

“Teeetttt!”: Aku vs Lionel Messi 

“Teeetttt!” Suara bel jam istirahat. Suaranya melengking tak bernada dan khas. Hanya  dalam hitungan detik teman-temanku meninggalkan pekerjaan. Dengan langkah kaki cepat  mereka berlomba memburu pintu keluar. Kulihat di belakang, tepatnya di meja Quality Control (QC), Bu Narti kepala bagianku sedang ngobrol dengan Teh Kiki bagian output di line-ku. Quality Control adalah bagian yang bertugas mengecek produk agar sesuai dengan standar  perusahaan.  

Clash of Champions, Mahasiswi Mahasiswa Pintar, dan Tajamnya Ketimpangan Sosial

Dapat dimengerti jika orientasi jangka panjang dari pendidikan tinggi—misalnya untuk transformasi sosial, mengatasi ketimpangan dengan ilmu pengetahuan—tak dapat ditunjukkan via CoC. Bagaimanapun, CoC hanyalah game show yang terlepas dari aspek edukasinya, bertujuan untuk menghibur para pemirsa. Namun demikian, melalui game show ini, kita dapat menyadari bahwa memang, pendidikan di Indonesia secara umum masih belum berfokus pada mempertanyakan “kenapa”—salah satu ciri dari pendidikan kritis, fondasi bagi transformasi sosial.

KOPERASI SEJAHTERA FBLP

4 tahun usiamu berlalu, Tertatih menapaki kehidupan, Memberi makna untuk sesama, Kemanusiaan manusia. Melaju berlari dan terpelanting, Terseok untuk berdiri tegak, Di caci, di hina

Malam dan Pabrik

Tampak seorang perempuan masuk di sebuah kamar berukuran 2 X 3, wajahnya kelihatan serius, kadang tampak bingung. Namun yang pasti ia sedang berpikir. Diletakkannya tasnya

Keluar Kerja, Karena Tak Nyaman

Ilustrasi. Foto:dok marsinahfm Saya, saat ini bekerja di PT. Greentex, KBN Cakung. Sebelumnya, saya bekerja di PT. Molax, yang juga berada di KBN Cakung. Pertama-