Hunian Buruh

[Best_Wordpress_Gallery id=”3″ gal_title=”Hunian Buruh”]

Aroma udara yang lembab menyeruak di sepanjang jalan pemukiman buruh di sekitar KBN Cakung (Kawasan Berikat Nusantara Cakung. Beragam aktivitas beradu, berbaur menjadi satu. Buruh perempuan yang sedang mengasuh anak, bercengrama dengan tetangga, anak-anak bermain hingga langkah kaki kuda.

Hunian Buruh ini termasuk kumuh, dalam artian tidak sehat dan tidak layak tentu saja. Masih ada yang lebih kumuh, dan jumlahnya banyak tiada tara di Ibu Kota. Bertarung dengan banjir dan padatnya aktivitas kerja penuh peluh keringat.
Tapi roda kehidupan toh pada akhirnya harus berjalan, terus maju dan bergerak.

Foto: Atin
Teks: DST

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Dipaksa Pergi Demi Bertahan Hidup

“Krisis air bersih, kehilangan tanah, dan situs-situs sakral yang selama ini dijaga perempuan kini hilang. Paparan uap dan risiko gangguan kesehatan reproduksi bagi perempuan menjadi ancaman nyata. Kasus ini menunjukkan bahwa transisi energi terjadi secara tidak adil dan mengorbankan perempuan serta alam,” Renie, BEK SP Sebay Lampung.

Devi Dja, Penari Jawa yang Mendunia

Perempuan Pelita 19 Juni 2014 Salam setara sahabat marsinah, apa kabarnya malam ini? Semoga sudah bisa bersantai setelah pulang kerja, dan berberes rumah. Sambil bersantai