Hunian Buruh

[Best_Wordpress_Gallery id=”3″ gal_title=”Hunian Buruh”]

Aroma udara yang lembab menyeruak di sepanjang jalan pemukiman buruh di sekitar KBN Cakung (Kawasan Berikat Nusantara Cakung. Beragam aktivitas beradu, berbaur menjadi satu. Buruh perempuan yang sedang mengasuh anak, bercengrama dengan tetangga, anak-anak bermain hingga langkah kaki kuda.

Hunian Buruh ini termasuk kumuh, dalam artian tidak sehat dan tidak layak tentu saja. Masih ada yang lebih kumuh, dan jumlahnya banyak tiada tara di Ibu Kota. Bertarung dengan banjir dan padatnya aktivitas kerja penuh peluh keringat.
Tapi roda kehidupan toh pada akhirnya harus berjalan, terus maju dan bergerak.

Foto: Atin
Teks: DST

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

https://pin.it/WlSPwidM6

Realita Pahit Buruh Pengalengan Ikan 

Nisa menuturkan, ia dan teman – temannya hanya menerima upah per hari sekitar Rp 100,000, dengan jam kerja 10 sampai 13 jam sehari. Dengan demikian, dalam seminggu, ia dan teman – temannya hanya menerima Rp 700,000,-. Jika hasil tangkapan ikan tidak cukup banyak, upah yang diterima buruh per minggu, hanya berkisar Rp 200,000 – Rp 500,000.