Cermin

Cermin, biasa dibutuhkan untuk bercermin, ia berguna untuk melihat diri kita sendiri. Cermin diambil sebagai judul sebuah talkshow untuk mengenal tubuh dan kesehatan reproduksi perempuan dengan tujuan agar perempuan mengenal tubuhnya sendiri, menyayanginya dan memperhatikan kesehatannya.

Berupa dua kali talkshow interaktif dan sekali diskusi publik, tentang diri dan persoalan perempuan. Dipandu oleh buruh perempuan yang aktif bertanya sebagaimana pertanyaan buruh perempuan pada umumnya, dan tanggapan dari pendengar atau peserta diskusi. Mengudara tiap hari Jumat, minggu I dan III

Olif

Program Siaran Cermin di dampun oleh Olief Serita. Olief Serita adalah nama udara dari perempuan ini, sehari – hari Olif aktif di FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik) sebagai staf Departemen Advokasi. Marah dengan bos yang menindas ia dan teman-temannya, Olif mematikan produksi di tempat kerjanya yang berakibat pada PHK tahun 2012. Ia pun mengadvokasi dirinya sendiri di bawah naungan FBLP. Setelah terPHK, Olif aktif berserikat dan membangun serikat di tempat kerja barunya di KBN Marunda.

Hal sama pun terjadi ketika ia dan teman-temannya di PHK, serikat diberangus dan hingga kini advokasinya masih berlangsung. Sejak  Marsinah FM berdiri, Olif belajar menjadi penyiar Marsinah FM dengan membawakan program siaran Tembang Kenangan dan sejak tahun 2014 memegang program siaran talkshow Cermin. PHK, intimidasi tak membuat Olief menyerah berjuang, ia terus maju bersama Marsinah FM dan FBLP dalam suka dan duka.  Tentu tak mudah menjadi pejuang sambil berbagi waktu untuk ketiga anaknya, apalagi Olief adalah ibu tunggal semenjak anak-anaknya masih kecil. Namun menjadi ibu dan pejuang adalah kebahagiaan dan kebanggaan sekaligus.

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Merebut Ruang Digital, Menjaga Demokrasi: Suara Perempuan di Era AI

Perempuan adalah kelompok paling rentan terhadap penyalahgunaan teknologi. Dari pelecehan verbal di kolom komentar sampai penyebaran foto tanpa izin, bahkan kini ada deepfake—manipulasi wajah dan suara dengan AI yang bisa menghancurkan reputasi seseorang,” tegas Puji dari MAFINDO

Sebuah Tragedi: Lagi, DPR RI Tidak Mengesahkan RUU PPRT

Endang Yuliastuti dari Institut Sarinah mengeluhkan aturan ketat yang diterapkan terhadap PRT dan Koalisi Sipil selama lima tahun terakhir. Menurutnya, tata kelola DPR semakin menjauh dari rakyat dan membatasi partisipasi masyarakat, khususnya PRT, meskipun mereka hanya ingin memantau jalannya sidang.