Cerita May Day Pertamaku

Oleh Atly Serita

May Day Pertamaku dan Pasti Bukan Yang Terakhir

Pengalaman pertama pasti berkesan bagi siapa saja. Begitu pula dengan May Day pertamaku. Aku pertama kali ikut May Day pada tahun 2012. Saat itu aku baru tahu tentang organisasi dan baru masuk di serikat buruh FBLP. Pada saat itu buruh turun ke jalan dengan bendera dan seragam serikat yang berbeda dan bermacam –macam.

Takjub adalah hal pertama yang paling aku rasakan. Senang bisa terlibat langsung di aksi May Day karena selama ini aku hanya bisa menyaksikan ribuan buruh turun ke jalan di layar kaca. Aksi konvoi berjalan kaki diikuti ribuan massa buruh. Baru pertama kali aku rasakan dan sangat mengesankan sampai – sampai lelah pun tak terasa. Bayangkan, berjalan kaki dari Bundaran HI ke Istana Presiden, dalam keadaan udara yang terik panas ,tapi tidak terasa karena kebersamaan. Cuaca yang begitu panas tertutupi oleh awan mendung ribuan massa buruh yang memenuhi sepanjang jalan, antara Bundaran HI dan Monas dengan atribut bendera dari berbagai Organisasi serikat buruh Sejabodetabek yang tumpah ruah di Ibu Kota Jakarta. Tak hanya itu, setiap federasi mempunyai MOKOM (mobil Komando). Waktu itu gerakan dalam satu tuntutan,yaitu Penghapusan Kontrak dan Outsourcing.

Dan pada saat itu, kuketahui tuntutan ini menghasilkan kemenangan sebelumnya secara bergelombang karena adanya gerebek pabrik. Pengangkatan Buruh Kontrak dan Outsourcing berlangsung, tentu saja bukan karena kebaikan pengusaha apalagi Pemerintah ,tapi dari hasil perjuangan buruh dan serikat buruh. Ajang May Day ini juga ajang perjuangan upah untuk tahun 2013. Kala itu buruh dan serikat buruh berhasil menaikan upah hingga 50%, angka ini jauh lebih tinggi dari angka – angka sebelumnya. Meski kemudian, kami buruh di KBN Cakung harus menelan pil pahit karena upah kami ditangguhkan oleh pengusaha atas ijin Gubernur DKI saat itu, Jokowi.

may day 2012
May Day 2012, Aksi May Day Pertama Yang Kuikuti

Gerakan Buruh untuk Rakyat

Bahkan gerakan buruh juga memperjuangkan penolakan kenaikan BBM dan gerakan buruh pun bersatu dengan mahasiswa yang di saat yang sama, juga menolak kenaikan harga BBM. Dan, kami berhasil menggagalkan kenaikan BBM oleh pemerintah. Aku takjub bukan kepalang, ternyata persatuan itu bisa membuktikan bahwa gerakan buruh mampu menjadi pendorong bagi gerakan rakyat untuk melawan kebijakan yang tidak pro dengan rakyat. Gelombang perlawanan buruh semakin meningkat sebagai respon atas penindasan kepada buruh yang luar biasa.

Dalam hidupku, pengalaman May Day pertama menjadi pengalaman juang yang membuat aku terus membuat kenyataan – kenyataan baru, May Day May Day berikutnya, dari satu aksi ke aksi lainnya, dari satu negosiasi ke negosiasi berikutnya, mogok ke mogok berikutnya. Ia memantapkan langkahku dan menjadi semakin yakin untuk memperjuangkan bukan hanya diriku sendiri, keluargaku sendiri, namun juga keluarga banyak orang.

Pun, karena sampai saat ini penindasan dan perbudakan masih ada dan terus berlangsung oleh pengusaha dan pemerintah, maka buruh tak boleh diam. Jika kita terus diam, maka semakin menjadi – jadi penindasan di dalam pabrik. Apa lagi dengan diberlakukannya May Day sebagai hari libur nasional disalahgunakan pengusaha untuk menerapkan ganti hari, dengan alasan keterdesakan target yang tidak tercapai yang bakal menghambat Export. Kebohongan itu selalu menjadi alasan pengusaha untuk mengintimidasi buruhnya agar tidak mengalami kerugian waktu dan materi bagi perusahaannya. Permasalahan tiap – tiap kawasan di daerah luar Jakarta juga sama, bahkan lebih parah penindasannnya. Terlebih bagi buruh yang di pabriknya belum ada serikat atau bilapun ada, adalah serikat bikinan pengusaha.

 

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Saya dan Film Senyap

Film SENYAP, film sederhana namun sangat bagus, bercerita berdasarkan kesaksian pelaku dan korban secara jelas serta punya pesan yang sangat bagus. Terlibat menjadi panitia merupakan

Bukan Hari Ibu Biasa

Boleh dibilang, glorifikasi terhadap peran ibu, sebagaimana ideologi “ibuisme” yang terus dikampanyekan Orde Baru melalui perayaan Hari Ibu, tak lain adalah upaya mengembalikan perempuan di ranah domestik.

INDAHNYA PERJUANGAN

Bahagia sekali rasanya melihat kemenangan buruh PT. Alpen Food Indonesia, produksi es krim Aice yang berhasil menjadi pekerja tetap sebanyak 665 buruh nya. Mengingatkanku pada

credit: https://pin.it/1HS9o8KZb

Gatra Media Group Tutup: Serikat Karyawan Tuntut Pembayaran Hak yang Tertunda

Selain hak-hak yang belum dibayarkan, Serikat Karyawan Gatra juga menyoroti belum adanya Surat Pemberitahuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang seharusnya diberikan sebelum penutupan operasi. Dalam rapat-rapat yang diadakan antara manajemen dan karyawan, tidak ada jaminan atau solusi konkret yang diberikan kepada karyawan mengenai penyelesaian masalah ini.

Suara Buruh 8 Mei 2015

Sebastian telah tiada, meninggalkan pesan bagi semua orang untuk terbuka mata dan telinganya demi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Di sisi lain, perempuan terus