Bunyikan Peluit Tanda Bahaya; Sahkan RUU P-KS

Mutiara Ika Pratiwi dari Perempuan Mahardhika menyatakan gerakan masyarakat sipil akan menggelar Pawai Akbar Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual pada 8 Desember 2018. RUU P-KS sudah dari sejak lama diperjuangkan, namun terancam gagal karena sudah menjelang akhir tahun namun masih mandeg.

Wahidah, dari Fatayat NU, membenarkan hal tersebut. Ia mengkuatirkan upaya optimal Komnas Perempuan akan sia – sia karena masa jabatan DPR tinggal 6 bulan lagi, sementara tidak ada mekanisme melanjutkan prolegnas sebelumnya, sehingga harus diajukan kembali. “Jangan menunggu kita semua jadi korban baru DPR bergerak. Ada tantangan bagi DPR, karena kini sedang masa kampanye.”

Mahasiswa dalam momentum ini juga turut bergabung karena merasa menjadi bagian dari korban. Di kampus, tak sedikit mahasiswa korban pelecehan justru dipersalahkan dan tidak lulus dalam mata kuliah yang diampu sang dosen sekaligus pelaku. Sebagaimana diketahui, kekerasan seksual di kampus saat ini sedang menjadi sorotan, sebagai contoh kasus Agni, mahasiswa UGM yang dilecehkan teman kampusnya dan tidak kunjung memperoleh keadilan.

Aksi Pawai Akbar ini akan dilaksanakan pada 8 Desember 2018, jam 09.00 – 12.00 dengan rute Parkiran Sarinah menuju Taman Aspirasi, Depan Istana Negara.

Pawai ini, menurut Tunggal Pawestri, tidak terkait dengan momentum Pemilu 2019 sehingga siapapun yang hendak bergabung, tidak diperbolehkan memakai atribut politik atau kandidat yang sedang bertarung dalam Pilpres 2019.

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

MAJU KENA, MUNDUR KENA YA MENDING MAJU!!

Catatan untuk Buruh KBN Cakung  Menghadapi Lebaran dan Pabrik Tutup    Pengantar Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung pada 28 Juni 2016 ini genap berumur 30

Yanti, Dokter Perempuan untuk Kemanusiaan

Perempuan Pelita edisi 18 September 2014 Di dunia ini, tak banyak yang menyandarkan pilihan profesi berdasarkan kecintaan pada kemanusiaan. Bila kita tilik, kebanyakan memilih profesi

Ga Kapok, Aku Tetap Mogok Nasional

Ari Widiastari Pada aksi menolak PP tentang Pengupahan No.78/2015, Jumat, 30 Oktober yang lalu, aku ikut terlibat,meski nyusul jam 3 sore. Aku sering kali sesak