Kemerdekaan Buruh Kontrak

Aku warga negara merdeka

Hidup punya pilihan

Pilihan memberi harapan

Aku warga merdeka

 

Pilihan itu datang padaku

Menjawab kebutuhan

Mau makan atau kelaparan?

Aku pilih menolak lapar

 

Tak kenal lelah, pilihan ada lagi untukku

Mau menyebut diri apa, kaya atau miskin?

Tanpa ragu, kupilih menyebut diri ini miskin

 

Selanjutnya, tak perlu lagi aku memilih

Mereka telah membantu menjelaskan

Miskin artinya tak bisa utang bank

Miskin tak boleh jadi pemerintah

Miskin harus kerja

Pekerjaan harus diperebutkan

 

Lalu mereka tambahkan penjelasan

Sebagai pekerja aku masih punya pilihan

Katanya, mau kerja kontrak atau tidak?

Katanya lagi, kalau tidak mau jadi kontrak

Berarti tidak mau pekerjaan.

 

Aku buruh kontrak,

di negeri merdeka

di negeri penuh kebebasan

 

Aku bebas dari hitungan masa kerja

Bebas dari pesangon jika selesai kerja

Bebas dari tunjangan

Bebas dari bayangan masa depan

Bebas tidak berserikat

Bebas tak memiliki apa-apa

 

Aku dibebaskan dari arti kemerdekaan

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

https://pin.it/WlSPwidM6

Realita Pahit Buruh Pengalengan Ikan 

Nisa menuturkan, ia dan teman – temannya hanya menerima upah per hari sekitar Rp 100,000, dengan jam kerja 10 sampai 13 jam sehari. Dengan demikian, dalam seminggu, ia dan teman – temannya hanya menerima Rp 700,000,-. Jika hasil tangkapan ikan tidak cukup banyak, upah yang diterima buruh per minggu, hanya berkisar Rp 200,000 – Rp 500,000.

Tuyul dan Target

Tuyul dalam dunia kurir jangan dibayangkan adalah makhluk gaib berupa anak-anak gundul yang gemar mencuri duit seperti dalam film-film horor Indonesia. Ia adalah pembantu kurir yang bekerja secara tidak resmi. Seorang kurir biasanya memiliki satu atau dua tuyul yang membantu mengantarkan paket.

Banjir KBN Cakung

Banjir di Pintu Depan KBN Cakung. Foto oleh Dias Banjir KBN, Banjir Tahunan Hujan lebat selama dua hari berturut- turut (9 – 10 Februari 2015)