Gebrak Piagam Marsinah

Oleh Ambar

 

(braak! Suara gebrak meja buruh 2)

Buruh 1:

Apa itu, kenapa?

 

Buruh 2:

Tidak boleh mencatut nama!

Marah presiden kemarin hari

Karena melanggar etika

Menabrak norma

Ambil untung sendiri

 

(Braak! Braak! Suara gebrak meja buruh 1)

Buruh 2: Itu apa, lebih keras, lebih banyak!

Buruh 1:

Omong kosong!

Gebrak satu untuk si pancatut nama

Gebrak lagi untuk sang presiden

Kami masih ingat

Kita tidak lupa

Nama Marsinah dipasang

Ambil untung sendiri

 

(Braak! Suara gebrak meja buruh 2)

Kerja Layak Piagam Marsinah

 

(Braak! Suara gebrak meja buruh 1)

Buruh 1: Jangan jual nama Marsinah!

 

Buruh 2:

Tak pernah nyata

Semua bekerja seperti biasa

Semua dipaksa kerja paksa

 

Buruh 1:

Upah Layak Piagam Marsinah

 

(Braak! Suara gebrak meja buruh 2)

Buruh 2: Jangan tumbalkan Marsinah untuk kuasa!

 

Buruh 1:

Makin tinggi upah layak terbang

PP 78 kini berkumandang

Kita dipaksa pilih

Miskin karena tidak bekerja

Atau miskin sambil bekerja

 

Buruh 2:

Hidup Layak Piagam Marsinah

 

(Braak! Suara gebrak meja buruh 1)

Kau catut nama Marsinah, Kau korban buruh demi gengsi investasi

 

Hidup makin tak terjamin

Setengah layak pun tidak

Masa lalu, saat ini, nanti tua

Semua serba tidak ada

 

Buruh 1: Braak! Marsinah mati untuk kami

Buruh 2: Braak! Marsinah bergerak untuk kita sejahtera

 

(Buruh 1 dan 2 gebrak: Braak! Braak!)

Buruh 2: Kami di sini bukan karena janji

Buruh 1: Buruh berjuang untung menang

 

Buruh 1 dan 2: Marsinah Berani, Aku Berani

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

“Nak, Teman Mama Bukan Penjahat”

Bagus, anakku. Senang membaca ceritamu, kemarin hari. Tentang sekolah, tentang teman-temanmu. Selalu ada kisah di sekitar kita yang bisa jadi kenangan, baik atau buruk. Iya,

Jasvinder Sanghera; Perempuan Korban Jadi Pejuang

Jasvinger Sanghera, dalam sebuah acara televisi Kabur Dari Rumah, Melawan Pernikahan Paksa Namanya Jasvinder Sanghera, panggil saja dia dengan Jasvinder. Pahitnya hidup sebagai perempuan mendorongnya

DIALOG KP-KPBI : MENDENGARKAN SUARA ANGGOTA

Rapat Akbar Karawang/foto:Mulyadi -FBTPI Oleh Kholidi dan tim liputan Marsinah FM  Ada satu konsep berbeda yang ditemui dalam rapat akbar di Karawang pada Minggu (20/9)

Menuntut Hak dan Dipenjarakan, Tak Membuat Dwi Surut Langkah

Tak disangka, di bulan Juni, tepatnya tanggal 10, pihak perusahaan atas nama Eko Purnomo SE melaporkan Dwi atas pembuatan surat palsu ke Polsek Genteng, Surabaya. Berbekal pelaporan tersebut, pihak perusahaan meminta Dwi mencabut laporannya di Disnaker Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan situasi itu, pihak Disnaker Provinsi Jawa Timur menyarankan Dwi supaya mengambil jalur damai, dengan catatan kedua belah pihak mencabut laporan. Merespon sarat dari Disnaker Provinsi Jawa Timur, pihak perusahaan meminta Dwi agar mencabut laporan terlebih dahulu, namun Dwi menolak. Dwi meminta supaya kedua belah pihak mencabut laporan secara bersamaan.

Dibalik Kenaikan Upah Minimum Regional (UMR)

Ketetapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menaikkan upah minimum menjadi Rp 2.400.000,- pada tahun 2014 memang sudah diterapkan oleh pemilik usaha (perusahaan). Namun, dibalik kenaikan upah