Obor Kemarahan Marsinah

Obor Marsinah/Ari/dok dev.marsinah.id

 

Oleh Lanang Jagad 

 

22 tahun berlalu kematian marsinah

Disiksa, Diperkosa, lalu dibunuh

Marsinah hanya menuntut

Apa yang harus Jadi miliknya

 

22 tahun sudah kematian marsinah

Namun pembunuh hingga hari ini

Masih berkeliaran di luar sana

Entah kenapa hukum di indonesia

Tidak  berani menangkap, dan

Mengadili pelakunya

 

22 tahun kematian marsinah

Marsinah,, Pejuang buruh yang berani

Kita tidak mengingkari perjuangannya

Jiwanya tidak bisa di penjarakan

Jiwanya tidak bisa di penjarakan

Jiwanya tidak bisa  di penjarakan

Jiwanya Akan membumbung tinggi

Untuk  perubahan menjadi kobaran api

Yang Akan menghanguskan segala

bentuk ketidakadilan

 

22 obor malam ini Akan nyala

ditengah-tengah kami

Kobaran api adalah kemarahan

Marsinah

Meyakinkan kami melawan

ketidakadilan

Obor marsinah

Jadikan marsinah pahlawan

Jadilah rakyat pemenang

 

Jakarta, 8 Mei 2015

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

MELAWAN HOMOPHOBIA

Oleh : Thin Koesna Sarwa Demokrasi untuk Siapa? Pembukaan ruang demokrasi yang sudah cukup lama sejak jatuhnya rezim Soeharto, masih belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh

Dangdut Hits

Dangdut Hits adalah program siaran lagu dangdut terbaru, mengudara tiap hari Sabtu jam 4 sore sampai 6 malam. Lagu dangdut memang lagu rakyat, disenangi banyak

Ada Daycare di Pelatihan Buruh Perempuan

Oleh: Dian Septi Trisnanti (Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia/FSBPI) Ada yang berbeda dari sebuah pelatihan yang diselenggarakan teman – teman Relawan Posko Pembelaan

“Air Susu di Tengah Pandemi: Kisah Buruh Ibu Produsen NIKE “

Selain soal upah, perusahaan juga terus melanggar hak-hak buruh. Seragam kerja tidak disediakan, tunjangan rekreasi tidak dibayarkan, layanan asuransi mempersulit buruh, waktu istirahat dikurangi, dan penanganan kekerasan berbasis gender sering diabaikan. “Padahal mereka gencar sosialisasi, tapi sepertinya hanya formalitas saja,” sindir Leni.

Berani berfikir

Hari ini aku ( penulis ) ingin menuliskan tentang pandangan kawanku saat  diskusiku tentang “Rakyat dibodohi Hiburan Rezim Pro Modal “ Aku memulai diskusi dengan