Pasca Cuti Haid, Tiara Dioper Kerja Berkali – kali

Oleh: Tiara (bukan nama sebenarnya)

Senin, 25 Maret 2019 pukul 06.45 sebelum kerja dimulai, aku menghadap Chief Line 3, Bu Endang.
? Tiara: “Pagi bu, maaf aku habis cuti haid 2 hari kemarin. Hari ini aku kerja ditempatkan di mana ya bu?”
? Bu Endang: “Ya Erni, tolong ajarin Tiara jahit bantu permak di line 4 dulu di tengah”

Karena asik mengerjakan permak, waktu pun tak terasa sudah pukul 09.00.

? Bu Endang: “Tiara, kamu bantubantu line 10 untuk permak dulu ya”
? Tiara: “Baik bu”

Kamis, 28 Maret 2019. Karena sudah selesai memermak di line 10, maka aku menghadap Bu Endang untuk lapor akan ditempatkan kerja di mana lagi.

? Tiara: “Bu, permakan di line 10 sudah selesai”
? Bu Endang: “Tiara kamu di line 4 untuk permak dulu ya”
? Tiara: “Baiklah bu”

Senin, 1 April 2019, aku bertugas di line 3 karena ada teman yang cuti karena orang tuanya meninggal dunia.

? Bu Endang: “Tiara kamu jahit di line 3 dulu ya”
? Tiara: “Baik bu”

Tiba waktunya kertas lemburan jalan. Line 3 total lembur jam 17.00, lalu aku tanda tangan. Sekitar pukul 14.00 admin line 3 menghampiriku.
? Admin: “Mbak Tiara tidak jadi lembur ya?”
? Tiara : “Iya mbak, terima kasih ya”

Hari Selasa, 2 April 2019, seperti biasa di tengah serius bekerja, pukul 15.00 kertas lembur line 3 ada kertas lembur total jam 17.30. Lalu jam 15.45, admin line 3 menghampiriku.
? Admin: “Mbak Tiara hari ini pulang jam 16.00 ya”
? Tiara. : “Iya mba terima kasih ya”

Kamis, 4 April 2019, aku sibuk bekerja karena karyawan jahit di line 3 yang cuti karena orang tuanya meninggal sudah masuk kembali.
? Bu Endang: “Tiara kamu permak lagi ya di line 4, karena anak jahit yang waktu itu sudah masuk kembali”
? Tiara: “Baiklah Bu Endang”

Kira2 pukul 13.45 saat sedang serius membongkar dan jahit permakan, tiba-tiba Supervisor Line 3, Bu Yani berteriak padaku
? Bu Yani: “Tiara, tolong sekarang kamu ikut finishing dulu ya untuk permak buang benang.
? Tiara: “Baik bu”

Tiba di finishing di tengah seriusnya bongkar dan buang benang, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 15.15, saatnya salat Ashar. Tanpa buang waktu aku izin ke Bu Eli yang bertugas menuliskan target per 30 menit.
? Tiara: “Mbak Eli, nanti kalau ada yg cari aku bilang aku salat dulu ya”
Lalu kira-kira, pukul 15.25 admin line 3 panggil aku di musala.

?Admin line 3: “Mbak Tiara diminta untuk lembur sampai pukul 17.30”
? Tiara: “Aduh maaf mbak, tolong bilang ke Bu Endang aku belum bisa lembur karena kakiku sakit. Di sewing biasa duduk dan buang benang, sementara di bagian finishing berdiri”

Lalu aku langsung kembali ke finishing untuk lanjutkan kerja, baru sampe di pintu finishing terdengar suara teriak memanggil namaku. Rupanya Bu Sri, Chief bagian finishing.

? Bu Sri: “Tiara kamu ke mana saja?”
?Tiara: “Aku tadi salat Ashar dulu bu, dan aku sudah izin ke Mbak Eli”
? Bu Sri : “Kamu harusnya lapor dulu ke Chief line 3 Bu Endang biar langsung dikasih gantinya, karena baju itu butuh cepat, mau buru-buru diekspor”
Dalam waktu bersamaan admin line 3 menghampiriku
?Admin line 3: “Mbak Tiara, aku sudah bilang ke Bu Endang kalau Mbak Tiara tidak bisa lembur, lalu Bu Endang bilang Mbak Tiara silakan lapor dulu ke kepala produksi, Pak Ridwan dan manager produksi, Pak Agus”

Akhirnya aku izin lagi ke Bu Sri untuk mencari Pak Ridwan guna untuk laporan kalau belom bisa ikut lembur dikarenakan kaki sakit akibat belum terbiasa kerja berdiri. Aku pun lalu pamit pulang ke Bu Sri pukul 16.05.

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Dari Angka Menjadi Suara

Dari Angka Menjadi Suara Berangkat dari Konferensi Perempuan Jakarta bertajuk “Melawan dan Bebas Kekerasan Seksual” yang digagas oleh Perempuan Mahardhika pada 19 Oktober 2013, semangat

Solidaritas Buat Guru Global Mandiri

Kami mengecam dgn keras tindakan perusahaan Sekolah Global Mandiri yg tlh mem-PHK sepihak ke-23 Gurunya. Salah satunya ibu Guru Munawati ketika sedang hamil tua, dan

Membincang Bahaya Sensor Negara di Gadget Kita 

Wewenang dalam melakukan pemantauan dan pemberian sanksi pun diberikan kepada KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang menurut Bhena, terlampau besar. Hal ini bisa berbahaya karena bisa overlapping dan tidak jelas siapa yang akan mengawasi kinerja KPI. Terlebih, dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat, terutama rekan – rekan jurnalis, dimana KPI diberi wewenang menyelesaikan sengketa jurnalistik. Padahal, sudah ada Dewan Pers yang dibentuk khusus untuk itu. Tak hanya itu, KPI juga berhak melakukan pelarangan penyiaran eksklusif jurnalistik yang pasti sangat berbahaya untuk kebebasan pers itu sendiri. 

Mencari Kehadiran Ibu Menteri Ketenagakerjaan

Oleh: Dian Septi Trisnanti (Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia/FSBPI)   Beberapa saat lalu, Ibu Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, menyatakan upah buruh rata –

Saya dan Film Senyap

Film SENYAP, film sederhana namun sangat bagus, bercerita berdasarkan kesaksian pelaku dan korban secara jelas serta punya pesan yang sangat bagus. Terlibat menjadi panitia merupakan