SERUAN PERJUANGAN UNTUK MAHASISWA MAKASSAR.

statik.tempo.co

Kekerasan yang dilakukan polisi terhadap perjuangan mahasiswa bukan hal baru, jangan mengeluh, jangan takut…!
Berita ini telah terkabarkan keseluruh mahasiswa di indinesia, gelombang solidaritas dari seluruh mahasiswa di Indonesia akan terus bermunculan, karena itu jangan sia-siakan kesempatan ini. Setelah sekian lama Negara dan aparatnya memandang remeh gerakan kita, itu dibuktikan tiap kali kita melakukan perlawanan saat itu pula Negara selalu memilih cara-cara represif membubarkan aksi kita.

Momentum kekerasan-represifitas aparat kali ini jangan disia-siakan, segeralah bangun persatuan, realisasikan persatuan dengan mendorong konsolidasi akbar seluruh mahasiswa Makassar, jangan lupa bahwa mahasiswa Makassar dikenal paling militan, berani dan tidak takut berhadap-hadapan dengan aparat Negara meskipun mereka bersenjata lengkap.

• Seluruh mahasiswa Indonesia tau bahwa kalian mahasiswa Makassar memiliki tarian perang sehingga peluruh dan pentungan aparat tak akan melukaimu,
• mereka semua tau bahwa mahasiswa Makassar paling canggih menerapkan strategi perang kota-perang jalanan.
• Mereka juga tau bahwa serangkaian latihan perang telah kalian lakukan didalam kampus. Dan saat inilah kalian akan menguji latihan itu pada medan tempur yang sebenarnya.
• Mereka semua tau setelah peristiwa 1998 revolusi di Indonesia akan disulut dari Makassar oleh mahasiswa,
• Mereka semua menunggu kepeloporan gerakan mahasiswa dari Makassar. Tidakkah kalian menangkap makna, saat kalian mahasiswa

Makassar datang berkunjung kepulau lain, atau dalam pertemuan-pertemuan mahasiswa tinggkat nasional mereka akan mendatangimu dan meminta kalian bercerita-berbagi pengalaman bagaimana membagun gerakan yang militant dan berani.

Kawan-kawanku sadarilah bahwa lumbung kekutan mahasiswa tersebar di Makassar, disana kampus-kampus dengan pengalaman tempur/juang cukup kuat dan beragam, tersebar dari kampus UNISMUH- UIN-UNM- 45 – UMI- STIMIK- UNHAS- UKIP Paulus, dertan kampus itu terbentang membentuk hufuf capital U, secara geografis sangat dekat dan saling bersinggungan kita mahasiswa sangat kenal medan juang itu, kita menyebutnya JALUR REVOLUSI. Bayangkan saja jika dalam waktu bersamaan setiap kampus itu melakukan kasi serentak didepan kampus masing-masing maka Makassar akan macet total, aktivitas ekonomi, politik dan lain-laian akan benar-benar berhenti, namun hal ini hanya akan terjadi sengan persiapan yang matang dengan strategi yang matang, diskusikanlah strategi itu dalam konsolidasii akbar mahasiswa Makassar. Jumlah kita masih lebih besar dari jumlah aparat polisi di Makassar.
Pikirkanlah bahwa kita punya segudang strategi untuk membelah kekuatan aparat sehingga kekuatan mereka tidak akan terkonsentrasi untuk menyerang masuk dalam satu kampus. Sejarah membuktikan bahwa kita selalu membuat institusi kepolisian- POLDA SULSEL kebingungan sehingga hampir semua pejabat KAPOLDA SUL-SEL tidak ada yang biasa menyelesaikan periode yang seharusnya meraka jabat. Pergantian pejabat selalu berganti akaibat kegagalan menghadapi gerakan mahasiswa, itu saja sudah cukup menjadi bukti bahwa gerakan kita sangat kuat.

Saatnya mahasiswa Makassar memimpin gelombang gerakan mahasiswa secara nasional, pimpinlah gerakan mahasiswa Indonesia dari Makassar. Karena keberanian dan militansi kalian membangun gerakan perlawanan akan mengisnpirasi metode perjuanganmahasiswa secara nasional, jangan sia-siakan kesempatan ini.

Salam juang, tetap berkobar seperti bara yang tak akan padam.
Anonimus.

NB: tulisan ini diambil dari media sosial

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Pengalaman Mogok Buruh Serang, Banten

Ini adalah tulisan dari seorang kawan di Serang, Banten tentang pemogokan di Serang, Banten tahun 2013. Setahun kemudian, pada tahun 2014, banyak buruh merindukan pemogokan

Buruh Perempuan Itu adalah Septia Dwi Pertiwi

Tidak hanya dilarang berjualan, Septia dan rekan kerjanya yang lain harus melakukan pekerjaan tanpa cacat alias zero mistake. Ketidakpuasan klien adalah landasan dasar untuk melakukan pemotongan gaji. 

“Misalkan ada klien komplain kita dipotong gajinya. Entah klien itu sudah kita bereskan, permasalahannya sudah kita bereskan atau belum itu tetap kita potong gaji. Karena klien komplain, beliau tidak suka kalau ada klien yang komplain jadi seperti itu. Jadi ibaratnya zero mistake gitu,” paparnya.

Koalisi Masyarakat Sipil: Pernyataan Menteri Pertahanan tentang DPN Langgar Prinsip Reformasi Sektor Keamanan  

“Kita sudah melihat bagaimana keterlibatan militer dalam proyek Rempang Eco-City berakhir dengan represif terhadap warga. Begitu juga di Merauke, kehadiran aparat dalam proyek food estate malah memicu konflik dengan masyarakat adat. Jika DPN kini diberikan wewenang untuk menangani urusan sipil lainnya, kita khawatir kasus serupa akan terus terulang,” tegas Usman.  

“KDRT Berujung Femisida, Bagaimana Melawannya?” 

Femisida atau pembunuhan atas dasar kebencian pada perempuan terjadi karena tingginya ketimpangan relasi kuasa antara laki laki dan perempuan. Dalam hal ini, banyak kasus femisida terjadi dengan diawali KDRT. Namun, adanya kecenderungan masyarakat menganggap KDRT sebagai “masalah rumah tangga masing-masing” dan bahkan “aib dalam rumah tangga” menyebabkan banyak kasus femisida tak dapat dicegah. Tingginya pengabaian akan peringatan KDRT yang dapat berdampak lebih jauh pada terbunuhnya perempuan menjadi salah satu penyebabnya.