Saya Jawab: “Ya, Saya Pernah Berserikat”

gambar diambil dari http://somo.nl/news-en/indian-garment-workers-face-harsh-working-conditions/image

Saya biasa bekerja berpindah-pindah tempat, dari satu perusahaan ke perusahaan lain, tapi masih di KBN Cakung. Bulan lalu, sayapun melamar di sebuah perusahaan di KBN Cakung.

Ketika saya melamar, satpam dari perusahaan itu menghampiri dan bertanya apakah saya sudah pernah berserikat dan demonstrasi. Saya kemudian bilang “Ya saya sudah pernah berserikat”. Raut muka satpam itu berubah kaget dan bertanya lagi. Ia bertanya apa serikat saya dan apakah saya masih aktif. Saya menjawab sudah tidak aktif lagi di serikat karena sudah keluar kerja. Baru kemudian, satpam menanyakan identitas  seperti usia, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja.

Selanjutnya, saya menjalani tes, semacam ujian agar saya bisa diterima bekerja, dengan dikelilingi orang-orang penting, seperti manajer, personalia, kepala produksi dan pemilik perusahaan. Bisa dibayangkan, betapa gugupnya saya, namun kemudian teratasi sehingga saya bisa mengerjakan tugas dengan baik. Anggap saja, saya sudah bekerja di situ, pikir saya.

Akhirnya, saya diterima bekerja di perusahana tersebut dengan gaji Rp 2,7 juta. Alhamdulilah, saya tidak menemui pelecehan seksual di tempat kerja ini. Hingga sekarang, saya masih bekerja di perusahaan garment tersebut, dengan harapan saya bisa betah dan bertahan lebih lama.

Oleh Voni 

Buruh KBN Cakung

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

BARISAN IBU MARSINAH

Panggung Ibu Buruh Marsinah di LBH Jakarta/ dok.kp fmk Pernyataan Bersama Panggung Buruh Ibu Kita Marsinah Buruh Ibu adalah orang yang mampu mengatur waktu untuk

Jurnalis Perempuan itu Tewas Dianiaya Suami

Siapa yang menyangka Maria Yeane Agustuti (34) akhirnya tewas karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ia perempuan karir, bekerja, dan berpenghasilan. Tidak perlu bergantung pada

Cerita Kekerasan Seksual di Diskusi Hunian

  Tulisan ini dibacakan di Panggung Buruh Melawan Kekerasan Seksual yang diselenggarakan oleh FBLP dan Radio Marsinah pada 30 November 2014, di Disnakertrans Jakarta Utara.

Kami Butuh Waktu Bersama Keluarga,  Kurangi Jam Kerja!

Rahma (buruh pabrik garment) ia mengatakan dengan bekerja 40 jam per minggu diperusahaan dengan target produksi tinggi yang ditetapkan oleh perusahaan selalu membayangi pikirannya ketika ia bekerja karena tuntutan perusahaan yang meminta agar target produksi tinggi tersebut tercapai.

Solidaritas Untuk Ibu -Ibu Rembang. Caranya?

Mohon Dukungan Untuk Perjuangan Ibu-Ibu Rembang Dengan Berkirim SMS Hentikan kekerasan polri terhadap masyarakat; Kami menolak semua jenis kekerasan yang dilakukan Polri atas masyarakat Kabupaten