Saya Jawab: “Ya, Saya Pernah Berserikat”

gambar diambil dari http://somo.nl/news-en/indian-garment-workers-face-harsh-working-conditions/image

Saya biasa bekerja berpindah-pindah tempat, dari satu perusahaan ke perusahaan lain, tapi masih di KBN Cakung. Bulan lalu, sayapun melamar di sebuah perusahaan di KBN Cakung.

Ketika saya melamar, satpam dari perusahaan itu menghampiri dan bertanya apakah saya sudah pernah berserikat dan demonstrasi. Saya kemudian bilang “Ya saya sudah pernah berserikat”. Raut muka satpam itu berubah kaget dan bertanya lagi. Ia bertanya apa serikat saya dan apakah saya masih aktif. Saya menjawab sudah tidak aktif lagi di serikat karena sudah keluar kerja. Baru kemudian, satpam menanyakan identitas  seperti usia, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja.

Selanjutnya, saya menjalani tes, semacam ujian agar saya bisa diterima bekerja, dengan dikelilingi orang-orang penting, seperti manajer, personalia, kepala produksi dan pemilik perusahaan. Bisa dibayangkan, betapa gugupnya saya, namun kemudian teratasi sehingga saya bisa mengerjakan tugas dengan baik. Anggap saja, saya sudah bekerja di situ, pikir saya.

Akhirnya, saya diterima bekerja di perusahana tersebut dengan gaji Rp 2,7 juta. Alhamdulilah, saya tidak menemui pelecehan seksual di tempat kerja ini. Hingga sekarang, saya masih bekerja di perusahaan garment tersebut, dengan harapan saya bisa betah dan bertahan lebih lama.

Oleh Voni 

Buruh KBN Cakung

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Laut Hidup

dok. http://www.femina.co.id/fiction/gadis-pesisir-   Laut tidak memberi takut alam selalu membuka tangan   Bila datang petir kehancuran bukan suara alam   Hilangnya ikan, matinya karang bukan

Bukan Suratan

Meski rintih perih tak redup,
Majikan makin bringas tanpa jeda,
Dipanggilnya PRT-PRT lain,
Diperintahnya mereka untuk merantai kaki dan tanganku di kandang anjing,
Dengan segala sumpah serapah.

Suara Buruh Edisi 23 April 2015

Sahabat Marsinah, jumpa lagi dengan Suara Buruh Edisi 23 April 2015. Kali ini Suara Buruh akan menemani sahabat Marsinah dengan rangkaian berita tentang May Day,

SERUAN PERJUANGAN UNTUK MAHASISWA MAKASSAR.

Kekerasan yang dilakukan polisi terhadap perjuangan mahasiswa bukan hal baru, jangan mengeluh, jangan takut…! Berita ini telah terkabarkan keseluruh mahasiswa di indinesia, gelombang solidaritas dari