Alghif: “Lawan Kriminalisasi, Kantor LBH Jakarta Kami Tutup Satu Hari”

Kala itu, di hari Jumat, LBH Jakarta, seperti biasa ramai dengan orang – orang yang hendak mengadukan kasusnya maupun hendak melangsungkan rapat. Di ruang tunggu, terlihat seorang perempuan paruh baya, mengeluhkan persoalannya kepada salah satu advokat, Nelson. Dengan sabar, Nelson mendengarkan keluh kesah perempuan paruh baya tersebut yang adalah kliennya. Sekilas, terdengar Nelson menganjurkan kliennya agar menjaga kesehatan dan tidak terlalu stres memikirkan persoalannya. Perempuan itu mendesah panjang sambil meneteskan air mata. Tak tahu pasti persoalannya apa.

“Kalau begitu saya akan konsultasi ke KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) hari ini ya.”

“Iya, ibu ke sana aja ya.” Sambil menengok jam dinding yang menunjuk angka 1  (siang) . Lalu melanjutkan pembicaraannya “Jam segini sih, masih bisa bu. Kesana saja bisa untuk konsultasi”

“Lalu saya ke sini lagi minggu depan ya.”

“Boleh, tapi jangan Senin ya bu”

“Kenapa?”

“Dua advokat kami nih bu, mendapat panggilan sidang perdana hari Senin, 21 Maret. Jadi kita tutup bu”

Perempuan paruh baya itu pun mengangguk – angguk tanda mengerti.

Ya, benar. Senin esok, 21 Maret, kantor LBH Jakarta akan sepi karena tutup. Pasalnya, hari itu, bertepatan dengan sidang perdana Tigor Gemdita Hutapea, S.H. dan Obed Sakti Andre Dominika, S.H. bersama dengan 23 buruh dan 1 mahasiswa, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Mereka dikenai Pasal 216 ayat (1) dan/atau 218 KUHP juncto Pasal 15 UU Kemerdekaan Menyatakan Pendapat, dan Pasal 7 ayat (1) butir a Perkap 7/2012, yang pada pokoknya dinyatakan melawan petugas.(silahkan baca kronologi di http://www.dev.marsinah.id/sebuah-kronologi-penangkapan-aksi-cabut-pp-upah-jumat-30-oktober-2015/).

Direktur  LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa, SH, ketika dihubungi Marsinah FM, membenarkan tutupnya kantor LBH Jakarta esok hari. “Kami memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasional bantuan hukum selama satu hari karena seluruh pengacara publik dan staff akan turun mendampingi Tigor dan Obed di Pengadilan Negeri Jakarta pusat menghadapi sidang”. Menurut Alghif, keputusan ini diambil sebagai bagian dari solidaritas terhadap dua advokatnya, Obed dan Tigor yang dipidana ketika memberi pendampingan hukum terhadap buruh yang sedang melakukan aksi demonstrasi menolak PP 78 Tentang Pengupahan/2015 pada Oktober lalu.

Apa yang menimpa Obed dan Tigor adalah ancaman serius bagi advokat lain atau pemberi bantuan hukum dalam menjalankan tugasnya. Padahal secara hukum, pendamping hukum mempunyai hak imunitas ketika menjalankan tugas. Tahun lalu, kriminalisasi menimpa Bambang Widjojanto, tahun ini menimpa Obed, Tigor, 23 buruh dan 1 mahasiswa dan beberapa aktivis lain. Tahun – tahun mendatang bisa menimpa siapa saja, sehingga butuh solidaritas luas.

Menutup  perbincangan, Alghif meminta kepada gerakan rakyat secara luas untuk bersolidaritas pada sidang perdana pada Senin 21 Maret 2016, jam 11.00 WIB, di Pengadilan Negeri Pusat yang bertempat di Jl Bungur Besar Raya No. 24,26,28, Kemayoran Jakarta Pusat

 

 

 

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Meretas Jalan Melawan PHK, Kejahatan Kemanusiaan

Dari tahun ke tahun, ribuan angka buruh di PHK dan gelombang PHK hari ini tidak jatuh dari langit, bukan sebuah musibah, bukan pula bencana alam. Ini adalah hasil kebijakan satu rezim kapitalis yang mengorbankan manusia untuk meraup keuntungan yang berlipat lipat ganda.

Hak dan Hukum

Hak dan Hukum’, berupa talkshow, mengundang buruh atau aktivis pembela hak buruh perempuan, tentang hukum nasional dan internasional serta pengalaman pembelaan. Mengudara tiap hari Jumat,

Ironi 30 Tahun KBN Cakung

Situasi buruh garmen di Indonesia Sektor garmen di Indonesia merupakan salah satu sektor garmen terbesar di dunia dan terus berkembang setiap tahunnya sejak tahun 2011,

Hidup Sebagai Pekerja Rumah Tangga

Oleh Guruh Beberapa hari ini saya sibuk mencari Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan kadang terpikirkan cerita apa yang akan PRT itu kisahkan kelak. Dari dua

Gelombang Perlawanan Perempuan Iran, Tentang Mereka yang Menolak Redam

Kematian Amini memicu gelombang aksi protes di berbagai kota. Di sepanjang aksi – aksi protes,  pengunjuk rasa meneriakkan slogan “Perempuan, Hidup dan Kebebasan” (Woman, Life, Freedom). Slogan ini mengejewantahkan amarah pengunjuk rasa kepada rejim yang sibuk merepresi perempuan dan abai mengeluarkan kebijakan yang lebih fundamental seperti perbaikan kesejahteraan rakyat, padahal satu dari tiga warga Iran hidup di bawah garis kemiskinan. Lebih jauh lagi, slogan tersebut berasal dari gerakan pembebasan perempuan Kurdish di Turki dan Syria yang mengalami penindasan berbasis etnik selama puluhan tahun.

Marsinah, Pahlawan Buruh  

9 Mei 1993, Jenasah Marsinah Ditemukan Hari itu tepatnya pada 9 Mei 1993, jasad Marsinah ditemukan tergeletak di sebuah gubuk di pinggir sawah dekat hujan