Mari Refleksi Untuk Pencapaian Masa Mendatang Yang Lebih Baik

Tahun 2017 hampir berakhir, hanya sisa tinggal beberapa hari saja. Sudahkah kita mencoba untuk merefleksikan diri kita apa yang telah kita lakukan sampai dengan akhir tahun 2017 ini? Apabila kita flashback seluruh kejadian yang menimpa diri kita, mulai dari awal tahun sampai dengan akhir tahun, baik itu berupa hal-hal kecil ataupun hal-hal besar yang memberikan dampak yang besar bagi diri kita ataupun orang lain.

Hari demi hari, bulan demi bulan sudah kita lalui, baik itu susah maupun senang, sedih maupun gembira, naik maupun turun, hal yang enak maupun hal yang tidak mengenakan, semua itu telah bercampur baur, seiring waktu berjalan.

Apabila kita kembali lagi ke akhir tahun 2016, dimana mungkin dari sebagian kita pada akhir tahun 2016 telah mencanangkan/memproklamirkan hal-hal apa saja yang harus kita dapatkan/kita lakukan di tahun 2017 ini. Begitu pula dalam akhir tahun ini, kita harus melakukan evaluasi dan penilaian terhadap target yang kita telah tetapkan apakah sudah tercapai ?

Sebagai manusia tentunya kita hanya bisa merencanakan atas segala sesuatu yang kita inginkan, setelah itu kita harus berusaha keras dan berdoa untk mencapai apa yang telah kita rencanakan. Sekarang di akhir tahun 2017 ini, tentunya bagi kita yang telah mempunyai rencana apa saja yang harus dilakukan oleh diri kita, ada baiknya kita melakukan evaluasi terhadap realisasi pencapaiannya.

Mungkin ada sebagai dari kita, dalam hal akan melakukan sesuatu terbiasa dengan membuat rencana jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang. Ibaratnya itu sebagai suatu tangga untuk mencapai apa yang kita inginkan dan impikan, tentunya harus dilakukan secara bertahap namun pasti.

Berdasarkan arti kata refleksi yang berasal dari bahasa inggris, reflect yang artinya menggambarkan, membayangkan, mencerminkan (suatu opini/pendapat). Dari arti kata tersebut, maka kita dapat melakukan suatu refleksi akhir tahun, terhadap apa yang telah dicapai dan apa yang belum tercapai dari rencana kita.

Dengan melakukan refleksi, kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan kita, sebagaimana dalam teori manajeman kita dapat melakukan analisis SWOT yang berarti

Strengths/kekuatan, Weaknesses/kelemahan, Opportunities/kesempatan, Threats/ancaman.

Secara sederhana pula kita dapat melakukan refleksi terhadap diri kita dengan menggunakan analisis SWOT tersebut, dimana kita dapat melihat baik itu dari segi internal maupun dari segi eksternal, faktor apa saja yang telah dilakukan atau yang akan kita lakukan, yang tentunya dapat kita tentukan sendiri faktor-faktornya.

Ada beberapa hal yang perlu kita sadari, bahwa untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan tentunya harus mempunyai tekad yang kuat melalui kerja keras (strive), yang dilakukan selama ingin mencapai sesuatu yang diinginkan. Kemudian kita harus melihat posisi dan kemampuan yang dimiliki oleh kita saat ini (positioning).

Dan jangan lupa pula, kita harus tetap berdoa untuk menjalani itu semua, sehingga pada saatnya kita diberikan kemudahan dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan.

Lakukanlah refleksi akhir tahun kita secara sederhana, sehingga paling tidak kita dapat mengetahui sejauh mana pencapai yang telah dicapai di tahun 2017, dan kita dapat membuat suatu rencana atau keinginan yang lebih besar lagi di tahun 2018. Dengan melakukan sedikit evaluasi terhadap yang telah dilakukan dan dengan melakukan perencanaan terhadap yang akan kita lakukan pada tahun 2018, diharapkan hidup kita dapat lebih terarah dan terencana dengan tujuan yang telah kita buat.

20 Desember 2017

YNR

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Hari Pangan Sedunia: Merebut Kembali Ruang Hidup yang Dirampas

Sementara, peran perempuan sebagai petani tak kunjung memperoleh pengakuan. Alat pertanian modern tidak dirancang untuk nyaman dioperasikan oleh tubuh perempuan. Sehingga, kaum perempuan tersingkir dari proses bertani. Pun, kelompok tani yang kerap merumuskan kebijakan terkait pengelolaan pangan, distribusi, pengadaan benih lebih banyak didominasi laki – laki. Akibatnya, perempuan kehilangan akses terhadap benih, pupuk dan proses pengambilan keputusan.

May Day dan Perjuangan Demokrasi

May Day (Hari Buruh Internasional) telah berlalu, sorak sorai massa aksi, orasi-orasi nan lantang dari berbagai organisasi telah berlalu, yang tersisa adalah penat di badan,

Bermula Dari Serpihan Semangat Juang

Rapat Akbar FBLP  pada tahun 2011 Oleh Dian Septi Trisnanti  untuk semua kawan yang mendukung dan terlibat dalam perjuangan FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik) Ini

https://pin.it/7nuDqWEJT

Dear Hari Perempuan Internasional

2013  adalah tahun pertama saya mengikuti aksi IWD dan aktif bersama kawan-kawan perempuan yang melakukan perlawanan terhadap penindasan. Tidak ada perlawanan yang dapat dilakukan seorang diri. Melalui gerakan perempuan, saya menyadari bahwa  arti pahlawan itu dibentuk dalam gemuruh perjuangan yang dilakukan secara bersama-sama.

Selamat Jalan, Irma

Namanya Irma, perempuan berusia 29 tahun. Buruh perempuan pada pabrik garmen di kota kecil, Temanggung; bertetangga dengan rumah Ibuku. Saya mengetahui bagaimana Irma kecil lahir,

Darsi- Buruh Pabrik, Penjual Kopi

Malam itu, sekitar pukul 20. 20 Wib, udara Jakarta cukup dingin, 24 derajat celcius. Ku arahkan motor melewati Justus, ke arah jalan Cakung Cilincing, jalanan