Suara Buruh edisi 25 November 2015, hadir menyajikan kabar tentang rapat akbar buruh pasca mognas, kelemahan dan kekuatan gerakan buruh menurut Nining Elitos, serta sweeping di mata buruh
Facebook Comments Box
Suara Buruh edisi 25 November 2015, hadir menyajikan kabar tentang rapat akbar buruh pasca mognas, kelemahan dan kekuatan gerakan buruh menurut Nining Elitos, serta sweeping di mata buruh

Pokja Buruh Perempuan (Serbuk Indonesia, FPBI, FBLP, Jala PRT, FGSBM, FSUI, Perempuan Mahardhika, FBTPI, LIPS, AJI, SPSI-RTMM, SPSI-PPMI, PPI, FSP2KI, Barisan Perempuan KPBI) Perjuangan untuk

Oleh Lami (Lamoy Farate) Pagi itu, kala mentari bersinar malu – malu, rombongan bus kawan-kawan dari Jakarta menuju Karawang untuk menghandiri KPP (Konfrensi Prempuan Pekerja)

Pada awal pandemi, lapisan terluas yang terkena dampak paling signfikan adalah rakyat miskin. Tidak hanya rentan menjadi korban terpapar Covid-19, namun juga terjungkal secara ekonomi.

“Situasi ini jangan membuat gentar orang muda… tetap dorong imajinasi tentang keadilan dan masa depan Indonesia yang lebih baik.” Andrie Yunus

Selamat tahun baru 2015! Setiap tahun baru selalu menyajikan sesuatu yang beda. Pun demikian dengan tahun 2015. Bila diingat – ingat, 2015 adalah setengah abad

Bolang. Demikian biasanya perempuan yang saya wawancarai kali ini dipanggil. Ia berusia 28 tahun. Pasca berhenti bekerja sebagai helper (yang lebih sering ditugasi menyetrika) karena

Suasana haru menyelimuti 14 buruh perempuan yang sore itu dipakaikan rompi biru bertuliskan Relawan Posko Pembelaan Buruh Perempuan. Hari itu, Kamis, 7 Desember 2017, Sultinah,