Berburu Makan di Jam Istirahat

[Best_Wordpress_Gallery id=”1″ gal_title=”Buruh Makan”]

Waktu istirahat adalah waktu yang dinanti kaum buruh, di tengah target yang kian meninggi dari para bos. Demi target, buruh berburu makan dan terburu- buruh makan tanpa peduli gizi, rasa, kebersihan dan kesehatannya. Ada yang makan dengan tergesa di dekat bak sampah, dekat selokan, di trotoar.

Selepas makan terburu – buru, buruh segera masuk ke dalam pabrik kembali, meski waktu istriahat masih tersisa lumayan panjang. Tak aneh bila dari satu jam istirahat, buruh hanya memanfaatkan 15 menit hingga 30 menit saja, sisanya buruh sudah bergegas bekerja.

Di waktu yang singkat, buruh tentu saja tidak menikmati waktu istirahatnya, makanan hanya berlalu saja di mulut dan tenggorokan, entah apakah rasa sempat menjadi nikmat. Tak sempat mereka merasainya. Target, target,. target. Kerja, kerja, kerja

Foto: Atin

Teks: DST

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Dear, 30 September 2019

Aku AL, Pelajar STM di daerah Kabupaten Bogor. Aku bersama ke-3 temanku berencana akan mengikuti demo di depan gedung DPR/MPR RI di Jakarta. Waktu itu

Gerakan Feminisme adalah Perjuangan Politik Interseksional

“Tidak mungkin ada demokrasi dalam arti yang sebenarnya tanpa keadilan gender dan keadilan sosial, dan sebaliknya.” – Prof. Rosalia Sciortino, Ph.D. dalam Pidato Utama 2nd Annual Kartini Conference on Indonesian Feminisms (KCIF2024).

Merebut Ruang Digital, Menjaga Demokrasi: Suara Perempuan di Era AI

Perempuan adalah kelompok paling rentan terhadap penyalahgunaan teknologi. Dari pelecehan verbal di kolom komentar sampai penyebaran foto tanpa izin, bahkan kini ada deepfake—manipulasi wajah dan suara dengan AI yang bisa menghancurkan reputasi seseorang,” tegas Puji dari MAFINDO