Saya Jawab: “Ya, Saya Pernah Berserikat”

gambar diambil dari http://somo.nl/news-en/indian-garment-workers-face-harsh-working-conditions/image

Saya biasa bekerja berpindah-pindah tempat, dari satu perusahaan ke perusahaan lain, tapi masih di KBN Cakung. Bulan lalu, sayapun melamar di sebuah perusahaan di KBN Cakung.

Ketika saya melamar, satpam dari perusahaan itu menghampiri dan bertanya apakah saya sudah pernah berserikat dan demonstrasi. Saya kemudian bilang “Ya saya sudah pernah berserikat”. Raut muka satpam itu berubah kaget dan bertanya lagi. Ia bertanya apa serikat saya dan apakah saya masih aktif. Saya menjawab sudah tidak aktif lagi di serikat karena sudah keluar kerja. Baru kemudian, satpam menanyakan identitas  seperti usia, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja.

Selanjutnya, saya menjalani tes, semacam ujian agar saya bisa diterima bekerja, dengan dikelilingi orang-orang penting, seperti manajer, personalia, kepala produksi dan pemilik perusahaan. Bisa dibayangkan, betapa gugupnya saya, namun kemudian teratasi sehingga saya bisa mengerjakan tugas dengan baik. Anggap saja, saya sudah bekerja di situ, pikir saya.

Akhirnya, saya diterima bekerja di perusahana tersebut dengan gaji Rp 2,7 juta. Alhamdulilah, saya tidak menemui pelecehan seksual di tempat kerja ini. Hingga sekarang, saya masih bekerja di perusahaan garment tersebut, dengan harapan saya bisa betah dan bertahan lebih lama.

Oleh Voni 

Buruh KBN Cakung

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Mengenal Perempuan Korban dan Penyintas KDRT Melalui Badru (Darling) dan Lesti Kejora

Badru, hanya satu dari perempuan yang yakin bahwa suaminya melakukan kekerasan akibat kecanduan alkohol. Meski hampir setiap hari lebam membiru, setiap hari pula Badru menyangkal suaminya adalah pelaku kekerasan. Ia hadirkan sejuta dalih, alkohol. Sebagai istri, Badru berkeras menyembuhkan Hamza, suaminya dari kecanduan alkohol. Ia bahkan memesan racikan obat khusus yang dimasukkan diam – diam ke makanan yang dihidangkannya untuk Hamza. Apa yang terjadi? Badru kembali menerima pukulan bertubi – tubi, menambah deretan lebam di setian jengkal tubuhnya.

Pemerintahan Jokowi, Rezim Anti Pemuda

Peringatan Sumpah Pemuda kerap dilakukan dari tahun ke tahun. Namun, perayaannya seolah menjadi momen romantisme nir-makna. Narasi negara ihwal momen bersejarah ini, mengedepankan betapa pemuda

Penyalin Cahaya, Kisah Korban Mencari Keadilan

Penyalin Cahaya adalah sebuah film berdurasi sekitar dua jam yang mengisahkan tentang Suryani, seorang mahasiswi dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah yang harus berjuang melalui jalur beasiswa untuk kuliah. Dengan berbekal beasiswa, Suryani berhasil menempuh pendidikan tinggi tanpa perlu merepotkan kedua orang tuanya yang hidup dari usaha warteg (warung tegal).

Cerita Juang Pembebasan Perempuan

Sebagai manusia, semenjak kita terlahir di muka bumi adalah hal umum orang terdekat dan keluarga dari orang tua kita akan menanyakan apa jenis kelamin si