Buruh DKI Siap Kawal Kenaikan Upah

fb dki

Hari ini, Rabu, 12 November 2014, siang hingga malam hari, FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik) bersama aliansi lain telah menghadiri aksi untuk pengawalan sidang UMP 2015 di balai kota

Dan hasil persidangan ternyata belum mendapatkan kepastian.Sedangkan dewan pengupahan dari perwakilan buruh meginginkan ada kenaikan upah karena adanya isu harga BBM yang akan dinaikkan.

Jadi kemungkinan, besok, Kamis 13 November 2014, SP LEM dan FB DKI akan mengadakan aksi besar – besaran dan melibatkan FBLP untuk ikut serta.

Bagi teman – teman yang mau ikut aksi silahkan datang tepat jam O9.00 titik temu di depan KBN CAKUNG.

Sri Jumiati
Anggota FBLP

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Urusan UMP adalah Urusan Ekonomi Semua Rakyat!

Meski secara nominal upah naik tiap tahun, daya beli buruh terus menurun. Daya beli adalah kemampuan seseorang, kelompok, atau mata uang untuk membeli barang dan jasa pada harga tertentu, yang mencerminkan nilai riil uang. Penurunan daya beli ini disebabkan oleh beberapa faktor. Penetapan UMP 2026 sebenarnya bisa menjadi stimulus kenaikan ini.

Seruan Mogok Awak Mobil Tanki Pertamina

Seruan   kepada seluruh Awak Mobil Tanki Pertamina yang ada di seluruh depot-depot Indonesia dan juga kepada seluruh gerakan rakyat : Kepada seluruh kawan-kawan AMT di

Meretas Jalan Melawan PHK, Kejahatan Kemanusiaan

Dari tahun ke tahun, ribuan angka buruh di PHK dan gelombang PHK hari ini tidak jatuh dari langit, bukan sebuah musibah, bukan pula bencana alam. Ini adalah hasil kebijakan satu rezim kapitalis yang mengorbankan manusia untuk meraup keuntungan yang berlipat lipat ganda.

Pembebasan Queer adalah Perjuangan Kelas

Dunia modern kerap dianggap sebagai titik cerah bagi kehidupan queer karena queer dapat merayakan pengakuan hak, pencabutan kriminalisasi, hingga pengakuan pernikahan. Namun sejatinya, kita semua masih belum bebas.

Eyang Sri: Peran Perempuan Dalam Kemerdekaan

tulisan ini adalah hasil wawancara tim marsinah fm dengan Sri Sulistyawati (eks anggota Gerwani) Eyang Sri, demikian kami memanggilnya, menyambut kami dengan hangat, mana kala