90 Tahun Kongres Perempuan: Membangun Bangsa, Melawan Penyingkiran

Sudah 90 tahun, Kongres Perempuan Indonesia berlalu. Segala problem perempuan yang dibahas oleh kaum perempuan masa itu, masih konseptual untuk dibahas. Mulai dari persoalan poligami, perkawinan anak, kondisi kerja buruk buruh perempuan hingga pembangunan gerakan perempuan.

Semangat Kongres Perempuan Indonesia, setidaknya masih hadir di masa kini, melalui sekian banyak aksi, kajian dan advokasi. Ia tidak pernah surut, dari generasi ke generasi.

Dengan semangat Kongres Perempuan itulah, FBLP – KPBI, Perempuan Mahardhika dan Radio Komunitas Marsinah FM dengan bangga menyelenggarakan

Panggung Buruh Perempuan dan Konferensi Perempuan Pekerja pada

Minggu, 23 Desember 2018
LBH Jakarta
09.00 – 16.00 WIB

Jangan lewatkan ya teman teman, kita berkonferensi dan bergembira

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Cerita Harian Buruh Ibu

  Narasi Buruh Ibu Tahun 2021 adalah tahun penuh refleksi bagi saya pribadi. Situasi pandemi memaksa, setidaknya saya, untuk menatap layar HP yang menampilkan pointer,

“ … [S]aya tetapkan tanggal 20 Februari sebagai Hari Pekerja Nasional.” (3)

Oleh  Syarif Arifin Baca juga http://dev.marsinah.id/saya-tetapkan-tanggal-20-februari-sebagai-hari-pekerja-nasional-1/ http://dev.marsinah.id/saya-tetapkan-tanggal-20-februari-sebagai-hari-pekerja-nasional-2/ 1985: Demokrasi tapi profesional? Dalam Kongres II November 1985 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, FBSI dibubarkan diganti

CERITA PERIH DI BALIK KEHAMILANKU

Oleh Jumisih, berdasar kisah nyata Sebut namaku Ila- buruh garment di Kawasan Berikat Nusantara Cakung. Aku bekerja di Perusahaan “I”, tanggal 12 Maret ini masa

Media Belajar meneguhkan komitmen Juang.

Sekolah Buruh Perempuan, Banyak buruh perempuan kurang menyadari hak-hak sebagai buruh perempuan dan bagaimana memperjuangkan hak-hak itu. Banyak dari buruh perempuan tidak memahami apa itu

Sedikit Kisah; Penindasan Berlapis

Oleh Dian Septi  Malam Pengaduan Malam itu, sudah cukup larut. Hampir tengah malam, mata mulai terpejam. Namun, ketukan pintu membangunkan saya dari pembaringan. Tampak satu