Layar

‘Layar’ berupa pembacaan karya sastra pendek tentang persoalan dan perjuangan buruh perempuan, dari sastra popular atau karya kiriman pendengar. Mengudara tiap hari Rabu dan Sabtu malam jam 8 sampai 9 malam. Lamoy Farate, dari Sanggar Tipar, adalah pengelolanya.

lami

Lamoy, demikian nama udaranya. Tak hanya gemar membaca naskah novel di program siaran Layar namun juga gemar berteater, membaca puisi, menulis puisi dan lain sebagainya. Jadi tak perlu heran, bila tengah malam anda terbangun karena terkejut mendengar suara Lamoy berteriak. Bukan karena sedang marah atau histeris, tapi itu sedang latihan vokal.

Lamoy sempat mewarnai media massa dengan aksinya melawan bos di tempat kerja ketika tidak diperbolehkan sholat di ruang detektor. Akibat dari aksinya, ia kehilangan pekerjaan. Namun buat Lamoy itu bukan hal memalukan yang harus disesali. Lebih malu lagi kalau tak bisa melawan kebengisan para bos yang semena-mena pada kaum buruh.

Novel yang paling digemari Lamoy adalah karya Pram, tak heran Lamoy senang sekali ketika mendampu program siaran layar yang merupakan program membacakan novel, puisi dan karya sastra lainnya. Ia sudah pernah membacakan novel Bumi Manusia dan kini sedang membacakan novel Arus Balik. Harapannya, ia tetap bisa berkarya dan berjuang meski banyak hal menghadang. Selain berkarya, anak semata wayang adalah kesayangannya. Anak lelaki yang kini berusia 9 tahun tersebut ia harapkan bisa menikmati hidup yang jauh lebih baik.

 

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Dilema Sekolah di Masa Pandemi

Sudah 3 bulan lebih anak pertamaku meningalkan kos dan belajar di rumah, karena pandemi. Pihak sekolah mengikuti anjuran pemerintah untuk menjalankan proses belajar mengajar di

Haydee Santamaria Cuadrado

Pejuang Revolusioner Kuba Kuba, sebuah negeri yang dihantam embargo ekonomi  berpuluh tahun oleh negeri adidaya, Amerika Serikat dan negeri – negeri besar dalam ekonomi dunia.

Pencarian Jati Diri Yuni

Yuni, adalah gadis remaja yang cerdas dan punya impian tinggi. Namun, harus diperhadapkan pada kultur di masyarakat yang menganggap pernikahan anak sebagai berkah.

Peresmian Gerwani pada 25 Januari 1954.

Ketika Perempuan Berpolitik Dianggap Ancaman: Fitnah Seksual Gerwani dan Bangkitnya Ibuisme

Militer menjadikan tubuh perempuan sebagai sasaran serangan seksual, yakni dengan menarasikan perempuan Gerwani sebagai perempuan jalang yang menari sambil menganiaya para jenderal, diiringi lagu “Genjer-Genjer”. Padahal, autopsi yang dilakukan di rumah sakit tentara pada 4 Oktober 1965 mencatat secara rinci bahwa penyebab kematian para jenderal adalah tembakan senjata api dan trauma akibat pukulan senjata.

Buruh Perempuan Sadar Berani Melawan

Pagi itu, 04.30 WIB, kau telah membuka mata, menuju kamar mandi, memasak untuk sarapan pagi dan makan siang untuk keluarga kecilmu. Selanjutnya, mandi berkemas, siap

Dari Angka Menjadi Suara

Dari Angka Menjadi Suara Berangkat dari Konferensi Perempuan Jakarta bertajuk “Melawan dan Bebas Kekerasan Seksual” yang digagas oleh Perempuan Mahardhika pada 19 Oktober 2013, semangat