Belajar Berdemokrasi Dari Buruh PT Siamindo, Karawang

Oleh: Khamid Istakhori (Sekjen Federasi SERBUK)

Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) PT Siamindo Concrete Produts (SICP) akan menggelar pesta demokrasi, memilih Ketua Serikat Buruh. Pemilihan ini merupakan mekanisme yang dimandatkan oleh AD/ART organisasi. Dalam pemilihan yang akan dilaksanakan pada 29 Februari 2020, terdapat enam kandidat yang akan bertarung memperebutkan sekitar 300an suara anggota.

Asep Ahmad, Ketua SERBUK PT SICP menjelaskan bahwa nama-nama yang terjaring sebagai calon ketua, berasal dari usulan anggota tiap departemen. “Prosesnya kita pastikan demokratis, semua diberi kesempatan yang sama untuk berlaga,” ujarnya. Menurutnya, pemilihan ini diharapkan akan menggerakkan roda organisasi dan partisipasi anggota sehingga pada gilirannya serikat buruh mampu mewadahi aspirasi anggota.

Sementara, Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Federasi SERBUK Indonesia yang juga menjadi salah satu kandidat mengatakan bahwa pemilihan ketua serikat di PT SICP akan dilaksanakan di pelataran pabrik pada 29 Februari 2020. “Nanti, semua anggota serikat shift 1,2, dan 3 akan bergantian memberikan suaranya dna akan dihitung secara terbuka,” kata Iwan yang akrab disapa Kinoy ini.

Senada dengan Kinoy, Ade Solihin kandidat dengan nomor urut 6 mengungkapkan harapannya agar pemilihan ketua serikat buruh di pabriknya berjalan dengan lancar. “Semua sudah dipersiapkan, panitia sudah bekerja dengan serius. Visi misi para calon juga sudah disosialisasikan. Kita berharap, suksesi akan menghasilkan kepemimpinan yang baik,” jelas Ade.

Pemilihan ketua serikat buruh di PT SICP, diikuti oleh 6 calon, yaitu: Abdul Hapid, Enjang, Iwan Sutisna, Bambang, Suhardi, Ade Solihin. Nama-nama kandidat ini disaring secara terbuka lewat usulan anggota. Selain dicalonkan oleh anggota, beberapa di antaranya mengajukan diri untuk menjadi calon. Semua calon, diberi kesempatan yang sama untuk mensosialisasikan visi, misi, beserta program kerja yang akan mereka laksanakan kelak ketika sudah terpilih. Beberapa program yang banyak disoroti oleh anggota adalah perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Di perusahaan ini, belum terbentuk PKB meskipun penbgurus sudah berkali-kali mengajukan draft kepada perusahaan. Komite Eksekutif Federasi SERBUK Indonesia Fajar Setyo Nugroho menjelaskan bahwa PKB merupakan program terbesar yang akan menjadi tanggung jawab kepengurusan periode berikutnya. “Pemilihan tahun ini untuk memilih Ketua periode keempat, dan PR terbesar adalah berunding PKB yang sudah tertunda beberapa tahun,” ujar Fajar.

Siamindo adalah perusahaan yang tergabung dalam induk perusahaan Siam Cement Group (SCG), perusahaan multinasional yang berbasis di Thailand. Sama seperti perusahaan lain dalam naungan SCG, isu yang juga mengemuka adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), upah sektoral, dan perbaikan kondisi kerja. SERBUK Indonesia dan Building and Woodwokres’ International (BWI) sebagai afiliasi internasional, telah mendukung perjuangan global untuk buruh-buruh di bawah SCG, termasuk Siamindo.

Kita tentu saja mengharapkan, melalui demokrasi asli yang lahir dari dinding pabrik dan deru mesin produksi ini, akan lahir kepemimpinan buruh yang tegak berdiri di barisan depan: memperjuangkan kesejahteraan.

Selamat berdemokrasi, kawan-kawan Siamindo.

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Mengenal Mirabal Bersaudara, Sang Kupu-Kupu Pemberontak

Sosok Mirabal bersaudara, terutama Minerva cukup membuat saya tersentuh, bila tidak dikatakan kagum. Seorang gadis muda di usia 20 tahun yang matanya penuh binar semangat tentang perubahan, demokrasi, kesetaraan. Ia melahap banyak buku literatur kiri dan hidup membawanya mendekat pada arus perubahan itu sendiri. Cinta pertama yang memperkenalkannya pada gairah merobohkan kediktatoran Trujillio turut mendorong semangat pemberontakan di relung jiwanya.

AOL Music shutting down, say staff

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla

Teh Pahit di Kertamanah: Menipisnya Lahan dan Ketidakpastian Hidup Buruh

Sebagai buruh borongan, penghasilan Dedi bergantung pada jumlah pucuk teh yang bisa dipetik. Dengan sistem upah per kilogram, pendapatannya semakin menurun seiring berkurangnya luas lahan yang bisa digarap. Harga pucuk teh sendiri berkisar antara Rp500 hingga Rp800 per kilogram, tergantung kualitasnya. Total sebulan, Dedi hanya memperoleh sekitar Rp2 juta. Jika lahan semakin menyusut, penghasilannya pun bisa semakin tergerus.  

Pernyataan sikap Perempuan KPBI

16 HAKTP : Lingkungan Aman dan Penghapusan Diskriminasi Bagi Buruh Perempuan   Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender