Ibu – Ibu Petani Deklarasikan Federasi Persatuan Perempuan Petani Konsorsium Pembaruan Agraria

Semangat itu turut menggema saat deklarasi Federasi Persatuan Perempuan Petani Konsorsium Pembaruan Agraria dibacakan. 

Semangat bersatu kian bersemi di kalangan perempuan petani, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.  Mulai dari persoalan penguasaan lahan, ketimpangan akses terhadap sumber daya, hingga minimnya perlindungan terhadap perempuan petani. 

Semangat itu turut menggema saat deklarasi Federasi Persatuan Perempuan Petani Konsorsium Pembaruan Agraria dibacakan. 

Pernyataan terbentuknya Federasi Persatuan Perempuan Petani Konsorsium Pembaruan Agraria dibacakan oleh Dewi Kartika (Sekjen KPA), pada 25 Juni 2026 di Kabupaten Tebo – Jambi. Wadah ini, menurut Dewi merupakan hasil kesepakatan para petani perempuan dibawah naungan KPA. Sekaligus merupakan langkah konkret,  dalam rangka memperkuat konsolidasi dan komitmen untuk memperjuangkan hak para petani.  

Selain itu, federasi dibangun atas dasar semangat perjuangan reforma agraria sejati, keadilan sosial dan keadilan gender serta penghormatan terhadap hak-hak rakyat atas tanah, wilayah dan sumber-sumber agraria.  

“Kami perempuan serikat tani, masyarakat adat, nelayan dan pemuda bergabung dalam anggota konsorsium pembaharuan agraria  provinsi Jambi menyatakan berdirinya Federasi Persatuan Perempuan Petani jambi.” Ucap Dewi Kartika, Sekjen KPA

Deklarasi ini, lanjut Dewi, lahir dari kesadaran bahwa perempuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan perjuangan reforma agraria sejati. Perempuan tidak hanya berperan menjaga keberlangsungan keluarga, pangan dan lingkungan hidup tetapi juga pelaku utama dalam mempertahankan tanah, wilayah, sumber daya alam, serta membangun ekonomi yang berkeadilan di tengah berbagai ancaman perampasan tanah, ketimpangan penguasaan agraria, krisis iklim dan berbagai bentuk diskriminasi yang masih terjadi. 

“Kami meyakini bahwa keberhasilan perjuangan reforma agraria sejati tidak akan tercapai tanpa keterlibatan, kepemimpinan dan pengakuan yang setara bagi perempuan. Ini sejalan dengan mandat musyawarah nasional  ke 8 KPA tentang penguatan kelembagaan partisipasi perempuan dalam organisasi KPA.” Lanjut Dewi. 

Melalui pembangunan federasi, kekuatan kolektif perempuan dari berbagai daerah di provinsi jambi dihimpun untuk membangun persatuan solidaritas pendidikan politik, penguatan ekonomi, perlindungan hak-hak perempuan serta pengembangan pengetahuan dan praktik-praktik reforma agraria yang berkelanjutan dan berdaulat. 

Dalam deklarasinya, Federasi Persatuan Perempuan Petani Konsorsium Pembaruan Agraria menyatakan: 

  1. Memperjuangkan pelaksanaan reforma agraria sejati yang menjamin akses, kontrol dan manfaat yang setari bagi perempuan hak atas tanahnya, wilayah dan sumber-sumber agraria.
  2. Memperkuat organisasi kepemimpinan dan kaderisasi perempuan di seluruh basis serikat tani dan organisasi rakyat anggota KPA di provinsi jambi.
  3. Mendorong penghapusan segala bentuk diskriminasi , kekerasan dan ketidakadilan terhadap perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan kehidupan berorganisasi.
  4. Mengembangkan sistem pangan lokal, ekonomi kerakyatan serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan gender.
  5. Membangun solidaritas antar perempuan pejuang agraria dalam menghadapi konflik agraria, krisis iklim serta berbagai ancaman terhadap ruang hidup rakyat 

Perempuan menjadi bagian dari gerakan rakyat yang lebih luas untuk mengwujudkan keadilan agraria, kedaulatan pangan, demokrasi, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia. 

Dengan semangat persatuan itulah,

Federasi siap menjadi wadah perjuangan bersama untuk memperkuat peran strategis perempuan dalam mewujudkan reforma agraria sejati dan masa depan yang adil bagi generasi saat ini dan yang akan datang

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Orasi Buruh Perempuan Lajang

Sebuah pertarungan yang sering kali dihadapkan pada lawan yang tidak sebanding, yakni kemiskinan. Jutaan buruh gugur dalam kepasrahan dan cita-citanya berserakan tanpa pilihan. Karena itulah buruh tidak pernah menjadi sebuah impian. Karena tidak seorang pun menginginkannya.

Berbagi Pendapat di Rapat Akbar Hansae 3

Oleh: Linda Utami Biasanya, di hari Minggu, kita menghabiskan waktu untuk berlibur atau beristirahat. Namun, lain halnya dengan teman teman buruh Hansae 3, KBN Cakung.

Buruh Mengenal Jurnalistik

Bagi kebanyakan buruh, mungkin istilah jurnalistik tidak familiar di telinga. Padahal kalau kita mengamati media sosial (medsos), banyak juga buruh yang menggunakan media sosial baik