Renungan Badha Ketupat

Di bangku kayu, kami berkumpul menganyam ketupat sambil nonton TV, pas menyala muncul berita perang dari luar negeri. Emakku bilang, "Dunia apa ini?"

Oleh Lami

Lebaran sudah hampir seminggu berlalu.  Biasanya, dusunku, di Tuban, secara adat dan tradisi menyambut pasca lebaran dengan merayakan badha kupatan.

Hujan dari kemarin siang berlanjut sampai sore hari yang sebentar reda, sebentar berhenti membuat ayam – ayam berlindung  di sela pohon pisang dan jati. 

Paginya pasar kampungku dipadati para penjual dan pembeli, mencari bahan pokok tradisi mereka yaitu daun lontar dan janur untuk dianyam jadi ketupat lepet nanti.

Tetangga datang silih berganti dengan ragam cerita dari, tak lupa mengaduh dan mengeluh soal bahan pokok yang melambung tinggi.

Harga ikan mahal karena musim lebaran nelayan tidak melaut, ladang-ladang petani belum tumbuh jagung namun sudah dipenuhi rumput. Begitu juga padi-padi di sawah, baru selesai dicabut.

Di bangku kayu, kami berkumpul menganyam ketupat sambil nonton TV, pas menyala muncul berita perang dari luar negeri. Emakku bilang, “Dunia apa ini?”, sembari ngeri. 

Kemudian ia berpesan padaku, “Balik Jakarta nunggu kupatan saja biar didoakan biar selamat” 

Aku menjawab,  “Iya Mak, aku bisa selamat dari perjalanan desa ke kota, tapi aku tidak selamat dari kebijakan pemerintah.”

Ingatanku pun melayang ke RUUPRT yang sudah dua dekade lebih tak kunjung sah. Padahal suara kami selalu dibutuhkan para pejabat dari setiap periode pemilu. Kami dipaksa memilih namun tuntutan kami tak pernah terpenuhi.

Kawan – kaawan kami dari daerah dan ibu kota yang berani bersuara dan melawan diadili, dipenjara, diteror, bahkan disiram air keras. 

Seketika emakku menasehati, entah menakuti, “Ojo wani – wani mengko kowe mati”. Artinya,  “jangan terlalu berani nanti kamu mati.”

Aku hanya mengangguk, karena berdebat dengan orang tua yang belum mengerti bagai cerita tanpa arti. 

Namun apa artinya sebuah keberanian jika diam dipendam marah di dalam.

Sekaliapun hidup adalah kumpulan hal – hal yang kita buat, pilihlah nurani yang terus resah pada bengisnya tirani.

Tak berapa lama, aroma daun lontar menggugahku kembali ke dunia nyata, menyapa, mengingatkan dumbek jajanan manis masa kecil yang harus segera diselesaikan. Aku pun  melanjutkan gawean kupat dan lepet yang nanti akan digodok berjam jam. Kurasa, kekalutan soal negara ini dengan segala persoalannya harus kutunda. Setidaknya, selepas aku meninggalkan dusun menuju Jakarta yang bising.

Lami adalah aktivis buruh perempuan dengan latar belakang buruh pabrik garmen. Selain menjadi aktivis, Lami juga aktif menulis puisi

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Suara Ibu Indonesia Kecam Kekerasan Aparat, Dukung Aksi Mahasiswa Tolak Revisi UU TNI

“Kehadiran ibu-ibu dalam gelombang protes ini bisa dilihat sebagai sesuatu yang genting: kalau ibu-ibu sudah turun ke jalan, pasti ada situasi kritis yang memaksa mereka bertindak. Secara naluriah, perempuan memiliki sifat melindungi keluarga, terutama anak-anak yang dicintainya. Dalam keadaan genting, seorang ibu akan bersedia ‘pasang badan’, menjadi tameng untuk melindungi anak-anaknya,” Karlina Supelli

Laras Faizati: Gambaran Buruknya Demokrasi di Negeri Sendiri

Laras Faizati merupakan salah satu gambaran warga, pengguna platform media sosial Instagram yang diberi gelar “terdakwa dan diputus bersalah”, setelah dipaksa menjalani proses hukum hanya karena ia menyampaikan aspirasi, pendapat, protes dan kekecewaannya.

Tjitjih, Berkesenian Hingga Akhir Hayat

gambar diambil dari https://seputarteater.wordpress.com/2015/09/06/aneka-1954-memperkenalkan-sandiwara-miss-tjitjih/ Tjitjih, Gadis Seniman Multi Talenta Bila kita melewati wilayah Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Kabel Pendek, maka kita akan

PERINGATI HARI HAM SEDUNIA, BURUH USUNG 9 TUNTUTAN

Aksi ini akan diikuti berbagai elemen organisasi seperti KSPI, ORI KSPSI, KPBI, (K)SBSI, SPI, Organisasi Perempuan PERCAYA, organisasi pekerja rumah tangga, miskin kota, organisasi pemuda/mahasiswa, dan berbagai elemen yang lain. Selain di Jakarta, aksi juga akan dilakukan di berbagai kabupaten/kota lain di Indonesia.

PERUNDINGAN PKB

PERUNDINGAN P K B Perundingan adalah proses dimana dua pihak atau lebih bertemu dan mengadakan tawar menawar untuk mencapai suatu kesepakatan. Kadang perundinga dilakukan karena

Eyang Sri: Peran Perempuan Dalam Kemerdekaan

tulisan ini adalah hasil wawancara tim marsinah fm dengan Sri Sulistyawati (eks anggota Gerwani) Eyang Sri, demikian kami memanggilnya, menyambut kami dengan hangat, mana kala