Hanya Sedikit Waktu

Buruh KBN Cakung sedang menunggu di luar pabrik/Ari/dok dev.marsinah.id

 

Oleh Ari Widiastari

 

Di pabrikmu aku bekerja,

Memperkaya pundi – pundi  hartamu..

Hanya sedikit waktu sebenarnya waktu yang ku minta untuku menambah ilmu di luar sana,

Tapi kau penjarakan aku dengan aturan-atuaranmu yang membuat ku tidak berdaya

Aku tidak bisa berbuat apa-apa saat ini,

Anakku,keluargaku,tetanggaku,bahkan sangat sedikit bisa ku bersama mereka.

itu karna apa wahai PENGUSAHA?

KARENA KAU PAKSA KAMI UNTUK LEMBUR DAN TIDAK KAU BAYAR!

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

1000 Perempuan Mencari Mbak Puan

Kami semua adalah PRT, kami semua adalah para perempuan yang tidak akan berhenti jika para perempuan lain terdiskriminasi, dilecehkan dan dilukai. Kami berdiri bersama para PRT, karena melukai PRT sama saja melukai kami,” kata Mutiara Ika.

Perjuangan Melawan Rasa Takut di Masa Pandemi

gambar diambil dari //pin.it/7dD8DPs “kriiiiiiiiiiiing…..” alarm pagi berbunyi “hufttt sudah pagi lagi… huaaaammmm” Sambil garuk-garuk kepala, aku mencoba meregangkan tubuh. Pagi yang cukup indah, seperti

Tjitjih, Berkesenian Hingga Akhir Hayat

gambar diambil dari https://seputarteater.wordpress.com/2015/09/06/aneka-1954-memperkenalkan-sandiwara-miss-tjitjih/ Tjitjih, Gadis Seniman Multi Talenta Bila kita melewati wilayah Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Kabel Pendek, maka kita akan

Sebuah Monolog MENYULAM SI BRENGSEK

 BABAK I   Musik pembuka “I Never Woke Up in Handcuffs Before” karya Hans Zimmer penanda pertunjukan monolog dimulai.   Lami sedang duduk di lantai