Keluar Kerja, Karena Tak Nyaman

Ilustrasi. Foto:dok marsinahfm

Saya, saat ini bekerja di PT. Greentex, KBN Cakung. Sebelumnya, saya bekerja di PT. Molax, yang juga berada di KBN Cakung. Pertama- tama, saya merasa baik-baik saja bekerja di PT. Molax. Namun, lama – kelamaan saya merasa ditindas, karena target yang sebelumnya harus selesai dalam 45 menit, jadi 30 menit.

Apabila target tersebut tidak tercapai, maka Supervisor atau pengawas marah-marah dengan omongan yang sangat tidak enak didengar. Sementara, Chief bisa melempar baju ke arah buruh karena ada kesalahan dalam menjahit baju (banyak permakkan). “Gua aja ga mau beli baju kayak gitu, apalagi bayar kamu!”

Tidak hanya itu, bila target tidak tercapai, kami biasanya dipindah-pindah bagian kerjanya seperti bola sepak. Dari satu line (sewing) ke line yang lain. Meski selalu ada asistennya, lama-lama saya merasa kurang nyaman. Dengan perlakukan Supervisor (pengawas) dan Chief.

Sampai di bulan ke  enam, saya mengundurkan diri dengan alasan ingin beristirahat. Pada awalnya, mereka tidak mengijinkan namun saya tetap nekat keluar dari perusahaan tersebut karena buat apa saya bekerja, bila pada akhirnya hati merasa tidak nyaman.

Oleh Voni

Buruh PT. Greentex

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Mengupas Citra TNI di Mata Masyarakat

Ruang digital yang seharusnya menjadi ruang demokratis, justru dikendalikan oleh kekuatan modal dan militer. Internet bukan ruang yang netral: “dari awal, internet itu proyek militer,” ujar Evy.

Membangkitkan Semangat Juang Menuju May Day

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, buruh-buruh perempuan di Cakung terus melakukan konsolidasi. Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) menggalakan berbagai pendidikan pada para buruh dengan menyelenggarakan

Narasi Panjang Perjuangan May Day dari Chicago hingga Indonesia

Perayaan 1 Mei pertama kali terekam pada tahun 1918 di Semarang oleh serikat buruh kereta api VSTP. Tokoh-tokoh seperti Semaoen dan Alimin melihat bahwa penindasan buruh oleh kapitalis kolonial adalah dua sisi dari koin yang sama dengan penjajahan politik. Bagi mereka, May Day adalah perlawanan terhadap kolonialisme.

Aparajita Gogol dan Pita Putih

Perempuan Pelita Edisi 13 Februari 2014  Salam setara sahabat marsinah, bersua lagi bersama saya, Dias, bersama kerabat kerja marsinah fm. Terimakasih masih setia mendengarkan marsinah