Rumah

‘RUMAH’  adalah sebuah bincang ringan interaktif yang bicara tentang kesehatan lingkungan, rumah dan keluarga. Program siaran ini tayang tiap hari Minggu jam 12 siang dan dikelola oleh Gadis Merah.

Gadis Merah sehari – hari dikenal dengan nama sederhana, Jumisih. Namun, bila kamu rajin mendengarkan Marsinah FM tiap Minggu jam 12 siang, maka akan terdengar suaranya mengudara dengan nama Gadis Merah. Perempuan nominasi Liputan 6 Award pada tahun 2013 ini adalah aktivis perempuan buruh yang mendirikan serikat bernama FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik) pada tahun 2009 dan baru pada tahun 2012 mendirikan Radio Marsinah FM.

gadis merah14 tahun silam,  pabrik tempat Jumisih bekerja di KBN Cakung ditinggal oleh pengusaha. Awalnya, pabrik  libur untuk merayakan Imlek, seluruh buruh pun diberi libur selama beberapa hari dan difasilitasi liburan ke tempat wisata. Akan tetapi, betapa terkejutnya Jumisih dan teman-temannya ketika pulang berlibur, pabrik kosong dan hanya tertinggal satpam. Dari situlah, awal Jumisih berjuang dan terus berlanjut hingga sekarang,meski kasusnya sudah selesai.

Hingga kini, bila Hari Raya Imlek tiba, Jumisih masih merasa sakit di hati dan terobati bila berjuang sambil merawat anak semata wayangnya yang kini masih bocah berusia 9 tahun. Berkeluarga, tak membuat Jumisih berhenti berjuang, dengan gigih ia terus bernegosiasi dengan sang suami. Pun ketika hamil besar, Jumisih masih saja memimpin aksi demonstrasi. Bagi Jumisih, waktu sangat berharga, setiap jamnya diatur sedemikian rupa untuk anak dan perjuangan. Perempuan pemegang nominasi Liputan 6 Award tahun 2013 ini tak pernah terlihat lelah dan suara tak pernah hilang meski memimpin pemogokan sehari penuh.

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Mahalnya Pendidikan di Tengah Pandemi

Pada suatu hari, anak pertamaku berkata padaku, “Mama uang kos dan SPP bulan Mei – Juni belum bayar” “Iya kakak sayang” Selama pandemi, jujur tak

Suara Buruh Edisi 23 April 2015

Sahabat Marsinah, jumpa lagi dengan Suara Buruh Edisi 23 April 2015. Kali ini Suara Buruh akan menemani sahabat Marsinah dengan rangkaian berita tentang May Day,

KOPERASI SEJAHTERA FBLP

4 tahun usiamu berlalu, Tertatih menapaki kehidupan, Memberi makna untuk sesama, Kemanusiaan manusia. Melaju berlari dan terpelanting, Terseok untuk berdiri tegak, Di caci, di hina

“Dialita: Lagu, Luka, dan Sejarah yang Tak Bisa Dibisukan”

Bagi Uchi Kowati Fauzia, salah satu anggota Dialita, setiap nyanyian adalah pengulangan luka. “Menceritakan ulang luka yang tidak bisa diceritakan, membangkitkan ingatan yang dipendam. Masih sama, masih menangis meski sudah sekuat tenaga menahannya. Tapi kami harus bercerita, karena pelanggaran HAM penting untuk diketahui anak muda.”