Perempuan Berjuang

Seperti ban ditengah kali
Hantaman datang berkali-kali
Jiwa mu tegar dan tak peduli
Kekuatan hati mu menggerakkan mereka
Perempuan yang menderita
Korban patriarki dan kekerasan semata
Kelembutan mu membuat mereka merasa nyaman
Meyakinkan mereka untuk bersatu dan melawan

Lantang Teriakan mu membakar semangat mereka
Buruh perempuan yang memperjuangkan hak nya
Moncong senjata diarahkan ke kepala mu
Kata kata mu semakin keras dan tak ragu

Kau mengajarkan arti sebuah ketulusan perjuangan ke padaku
Sehingga jiwa ini terbangun dari belenggu
Kerut kulit tangan mu tidak mengerutkan semangat mu
Berat lemak di tubuh mu tidak menyurutkan langkah mu
Untuk terus bersuara, berdiskusi dan berlawan
Sampai kemenangan datang…

YNR

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Penyalin Cahaya, Kisah Korban Mencari Keadilan

Penyalin Cahaya adalah sebuah film berdurasi sekitar dua jam yang mengisahkan tentang Suryani, seorang mahasiswi dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah yang harus berjuang melalui jalur beasiswa untuk kuliah. Dengan berbekal beasiswa, Suryani berhasil menempuh pendidikan tinggi tanpa perlu merepotkan kedua orang tuanya yang hidup dari usaha warteg (warung tegal).

Catatan Dialog Buruh Perempuan di Semarang

Dalam dialog buruh perempuan di Semarang yang menghadirkan beberapa serikat buruh, seperti KSPN, FSPMI,, FSP KEP, KAHUTINDO , FSPI, SP Reformasi dan FSPLNdan lembaga lain

Dongeng Perempuan

gambar diambil dari http://www.deviantart.com/tag/sundelbolong Ini dongeng bukan sembarang dongeng. Karena dongeng ini selalu ada, selalu hidup, di setiap jaman. Padahal.. kalian tahu,  ini dongeng tentang

Membangkitkan Semangat Juang Menuju May Day

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, buruh-buruh perempuan di Cakung terus melakukan konsolidasi. Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) menggalakan berbagai pendidikan pada para buruh dengan menyelenggarakan

Oligarki dan Peluang Pembangunan Politik Alternatif

Usman Hamid, dalam sebuah diskusi “Partai Politik Alternatif: Hanya Slogan?” yang diselenggarakan oleh KPBI (Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia), menyatakan, untuk menghadapi kekuatan oligarki,maka gerakan sosial,

Sebuah Tragedi: Lagi, DPR RI Tidak Mengesahkan RUU PPRT

Endang Yuliastuti dari Institut Sarinah mengeluhkan aturan ketat yang diterapkan terhadap PRT dan Koalisi Sipil selama lima tahun terakhir. Menurutnya, tata kelola DPR semakin menjauh dari rakyat dan membatasi partisipasi masyarakat, khususnya PRT, meskipun mereka hanya ingin memantau jalannya sidang.