UPAH

 

 

Setiap  tahun  pemerintah  mempertimbangkan

Lalu  menetapkannya

Menuliskannya  surat  keputusan

Agar  di  ketahui  dan  di patuhi

 

Setiap tahun pengusaha  dan  apindo  di  sibukan dengan  hal  ini

Mereka  menghitung  hitung

Seberapa  nominal  yang di  tetapkan

Apakah  itu  menguntungkan  atau  merugikan

 

Setiap  tahun  seluruh  buruh  selalu  menunggu – nunggu

Kapankah  ia  akan  menerimanya

Seberapakah  nominal  yang  akan  di  tetapkan

Apakah  akan  ada  tambahan  pendapatan

 

Dan  hanya  setahun  sekali

Pemerintah menetapkan kenaikan  upah

Tanpa  mempertimbangkan  kenaikan  semua  barang  kebutuhan

Pemerintah  menaikan  upah  hanya  sekedar  penyesuaian

Bukan  untuk  menaikan  tarap kehidupan  buruh

Celakanya lagi tahun ini upah harus di tangguhkan

 

Sedang  pengusaha  mencari  cari  siasat dan kelemahan buruh

Dengan senaknya korea group mengajukan penangguhan upah

Supaya upah buruh  bisa tetap dibayar  murah

Hhhmm…ini tidak bisa di biarkan.!!

Kalau pemerintah begini terus,berpihak pada kaum modal…

Kapan buruh bisa sejahtera…

 

Ini harus kita yang menentukan..

Yah,harus kita yang jadi penentu upah..

Aku tidak mau tenagaku di bayar murah.!!

 

 

Atin FBLP.

Tipar Selatan,26 Maret  2013

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

MIa Bustam, Perempuan Tangguh Bermental Baja

  Bagi generasi muda saat ini, sedikit yang mengingat tentang sosok-sosok perempuan tangguh yang berkarya dan berjuang untuk banyak orang. Sedikit mengingat karena penguasa lebih

Cerita Harian Pekerja di Balik Gemerlap World Cup 2022

Piala Dunia Qatar 2022 sendiri menjadi turnamen FIFA paling menguntungkan sepanjang masa dengan rekor USD 5,4 miliar atau sekitar Rp 84,67 triliun, lebih unggul dari turnamen 2018 Rusia. Namun, rekor keuntungan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pekerja yang berpeluh keringat demi terwujudnya pagelaran raksasa yang menampilkan Jungkok BTS di acara pembuka dengan harga fantastis.

Hari Pangan Sedunia: Merebut Kembali Ruang Hidup yang Dirampas

Sementara, peran perempuan sebagai petani tak kunjung memperoleh pengakuan. Alat pertanian modern tidak dirancang untuk nyaman dioperasikan oleh tubuh perempuan. Sehingga, kaum perempuan tersingkir dari proses bertani. Pun, kelompok tani yang kerap merumuskan kebijakan terkait pengelolaan pangan, distribusi, pengadaan benih lebih banyak didominasi laki – laki. Akibatnya, perempuan kehilangan akses terhadap benih, pupuk dan proses pengambilan keputusan.

Kami Butuh Waktu Bersama Keluarga,  Kurangi Jam Kerja!

Rahma (buruh pabrik garment) ia mengatakan dengan bekerja 40 jam per minggu diperusahaan dengan target produksi tinggi yang ditetapkan oleh perusahaan selalu membayangi pikirannya ketika ia bekerja karena tuntutan perusahaan yang meminta agar target produksi tinggi tersebut tercapai.

Mimpi Buruk Penyesuaian Upah

Untuk ke sekian kalinya, Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia menerbitkan kebijakan terkait pandemi, yaitu Kepmen No. 104/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Hubungan Kerja Selama Masa Pandemi COVID 2019.