Perempuan Berjuang

Seperti ban ditengah kali
Hantaman datang berkali-kali
Jiwa mu tegar dan tak peduli
Kekuatan hati mu menggerakkan mereka
Perempuan yang menderita
Korban patriarki dan kekerasan semata
Kelembutan mu membuat mereka merasa nyaman
Meyakinkan mereka untuk bersatu dan melawan

Lantang Teriakan mu membakar semangat mereka
Buruh perempuan yang memperjuangkan hak nya
Moncong senjata diarahkan ke kepala mu
Kata kata mu semakin keras dan tak ragu

Kau mengajarkan arti sebuah ketulusan perjuangan ke padaku
Sehingga jiwa ini terbangun dari belenggu
Kerut kulit tangan mu tidak mengerutkan semangat mu
Berat lemak di tubuh mu tidak menyurutkan langkah mu
Untuk terus bersuara, berdiskusi dan berlawan
Sampai kemenangan datang…

YNR

Facebook Comments Box

Artikel Lainnya

Aliansi Perempuan Indonesia Desak DPR Setop Pembahasan RUU TNI: “Negara Jangan Main-main dengan Nyawa Perempuan!”

Aliansi mengingatkan bahwa revisi ini dilakukan dengan cara tertutup, terburu-buru, dan tanpa partisipasi masyarakat sipil. Mutiara Ika Pratiwi dari Perempuan Mahardhika mengingatkan bahwa situasi ini bukanlah persoalan sepele. “Kita bicara tentang sejarah berdarah bangsa ini. Pengalaman selama era Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh, Papua, dan daerah lainnya, perempuan selalu menjadi korban kekerasan seksual sistematis sebagai alat kekuasaan militer,” jelasnya.

Buruh Damco Menuntut Hak, Diserbu Preman

Buruh yang mogok, berdemonstrasi depan PT. Damco/dudung Oleh Dian Septi  Jelang malam, di hari Sabtu (21/05/16), belasan buruh tampak berbaris di depan sebuah perusahaan bernama

Ormas Sipil Reaksioner: Alat Pengusaha?

Di tengah perjuangan upah di Bekasi, sebuah ormas yang mengatasnamakan dirinya MBB (Masyarakat Bekasi Bergerak), Koalisi Ormas, memasang spanduk- spanduk “provokasi” di kawasan-kawasan industri di